Berita Terkini:
PELATIHAN VAKSINOLOGI “METODE PURIFIKASI DAN SCALE UP PROTEIN REKOMBINAN;PEMBUATAN MONOKLONAL ANTIBODI”, 25 – 29 Agustus 2014 PELATIHAN VAKSINOLOGI “METODE PURIFIKASI DAN SCALE UP PROTEIN REKOMBINAN;PEMBUATAN MONOKLONAL ANTIBODI”, 25 – 29 Agustus 2014   Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbangkes RI, sebagai ketua konsorsium   Dengue mengadakan pelatihan  Vaksinologi Tahap ll mengenai Metode Purifikasi dan Scale Up ProteinRekombinan; Pembuatan Monoklonal Antibodi. dr. C.S. Whinnie Lestari, M.Kes, sebagai ketua konsorsium dengue  pada saat acara  pembukaan pelatihan menyampaikan laporan bahwa peserta pelatihan adalah  anggota Konsorsium Dengue yang berasal dari  Pusat Biomedis dan Tekdaskes Badan Litbangkes, Universitas Indonesia , Lembaga Eijkman, LIPI Serpong, BPPT Serpong, Pusat Studi Satwa Primata (PSSP-IPB) Bogor dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.     Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Pretty Multihartina, Ph.D, memberikan arahan saat pembukaan pelatihan   Pelatihan yang berlansung dari tanggal 25 sd 29 agustus 2014 ini dibuka oleh Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Pretty Multihartina, Ph.D. dalam arahannya Ibu Pretty Multihartina, Ph.D mengharapkan  peserta pelatihan dapat memamfaatkan pelatihan sebaik mungkin dan terus meningkatkan  pengetahuan seiring dengan kemajuan teknologi penelitian yang sangat cepat.   dr. C.S. Whinnie Lestari, M.Kes menyampaikan laporan kegiatan   Pada Kegiatan pelatihan diberikan Materi mengenai Protein dengan Nara Sumber, Danang Waluyo, Ph.D dan Sabar Pambudi, Ph.D dari BPPT serpong, dilanjutkan dengan Praktikum di Laboratorium Imunologi, Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. kemudian materi mengenai antibodi monoklonal diberikan oleh Dr. Tjahjani Mirawati Soediro, Ph.D, SpMK dari Fakultas Kedokteran UI yang juga dilanjutkan dengan praktikum di Laboratorium Imunologi.     Nara Sumber dari BPPT menyampaikan materi kepada peserta pelatihan   Suasana Praktikum di Laboratorium Imunologi Materi dan praktikum yang diberikan pada pelatihan ini bermamfaat untuk riset vaksin dan pengembangan Kit Diagnostik. Pelatihan yang berlansung selama 5 hari ini ditutup oleh Kepala Bidang Biomedis, dr. Roselinda, M.Epid.(PPID Pusat1)   - Friday, 29 August 2014 06:05
Desk Usulan Anggaran Tahun 2015, 20 - 21 Agustus 2014 Desk Usulan Anggaran Tahun 2015 Desk Staf Sub Bag PKS dengan Peneliti Dalam Rangka persiapan kegiatan tahun anggaran 2015, Sub Bagian Progam dan Kerjasama Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kegiatan melaksanakan Desk dengan Penanggung Jawab Kegiatan Tahun anggaran 2015 di Aula Lt.2 Pusat Biomedis dan Tekdaskes. Pada Pertemuan ini dilakukan pembahasan mengenai sinkronisasi anggaran dan output baik kegiatan Penelitian dan dukungan Manajemen yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2015. disamping itu dilakukan koreksi TOR, RAB dan data dukung oleh penanggung jawab P2ME, Sub Bagian Program dan Kerjasama   Koreksi TOR, RAB dan Data Dukung Peneliti dengan PJ P2ME     - Friday, 22 August 2014 08:49
Kunjungan WHO, 14 Agustus 2014 KUNJUNGAN DELEGASI WHO KE LAB. PENELITIAN PENYAKIT INFEKSI PROF. DR. SRI OEMIJATI Ka Pusat Biomedis dan Tekadaskes (Pretty M., PhD) sedang memberikan penjelasan kepada peserta   Kurang lebih sebanyak 100 orang peserta pertemuan Eight-Bi Regional Meeting o National Influenza Center and InfluenzaSurveilance in the Western Pacific and the South East Asian and Regions berkesempatan mengunjungi Lab. PPI Pro. Sri Oemijati di jalan Percetakan Negara Jakarta Pusat pada tanggal 14 Agustus 2014. Ke 100 tersebut diterima langsung Kepala Badan Litbang Kesehatan didamping oleh Kepala Pusat Biomedis dan Tekdaskes beserta para penanggungjawab lab PPI.   Hana P, MSi. MS. Sedang menerangkan kegiatan yang dilakukan didalam Lab PPISehubungan dengan dijadikannya lab ini sebagai jejaring NIC           - Friday, 22 August 2014 07:25

WHO –SEAR Inter Country Training for Polio Laboratory Supervisors,

Mumbai 7-16 April 2014

foto sinta mei 2014 2 

 

           Pertemuan ini dihadiri oleh 14 Partisipan yang berasal dari 6 Negara (India, Bangladesh, Indonesia , Thailand, Myanmar dan Srilanka). Sedangkan Narasumber /fasilitator berasal dari India (Dr Jagadish Deshpande (Director and Scientis Enterovirus Research Centre, Mumbai), Mr Prasanna yergolkar (Virologist WHO/SEARO New Delhi), Dr Lucky Sangal (Laboraty focal person New Delhi), dan Thailand (Ms Sirima Pattamadilok, TIP-Scientist WHO-SEARO New Delhi ). Pembukaan acara pada pertemuan ini diawali dengan menyalakan lilin yang melambangkan sebagai penerang dalam kegelapan, tanda adanya kebersamaan, dan berbagi pengetahuan/pengalaman. Acara ini merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan sebelum pelatihan dilakukan. Adapun Jadwal pelatihan dimulai jam 09.00 pagi sampai 18.00 sore.

Dari Indonesia di wakili oleh Institusi yang berasal dari Bio Farma, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Semua yang hadir ini adalah bagian dari jaringan Laboratorium Polio di Wilayah SEARO.

Tujuan dari Workshop :Mengutamakan pentingnya akurasi, ketepatan waktu dan kelengkapan hasil, Review praktek kerja laboratorium di dalam jaringan laboratorium Polio, Meningkatkan kinerja Laboratorium, Refresh dan Update ketrampilan dari seorang supervisor dalam meningkatkan kinerja lab., Menetapkan implementasi program total quality assurance dan Bio- Risk managemen dalam jaringan laboratorium Polio.

Dalam pertemuan ini juga dibahas beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan laboratorium polio, antara lain: Praktek Laboratorium tentang Cell subculture, Mycoplasma testing, preparasi Cell bank, kandungan media, Biosafety Laboratory , Cell Sensitivity, ketrampilan mikroskopis dalam observasi CPE (Cyto Phatic Effect ), tes rRT PCR, pemeliharaan alat lab dan kalibrasi, Internal Quality Control, Check list Accrediation, dan preparasi FTA card dan pengiriman specimen/isolat dan cell untuk pemeriksaan adanya Mikoplasma. Pelatihan RT-PCR lebih ditekankan pada partisipan dari Jakarta (lab. Polio PBTDK) dan Surabaya ( Balai Besar Laboratorium Kesehatan), karena dari jaringan lab .Polio SEARO hanya dua laboratorium yang belum melakukan tes PCR tersebut. Pelatihan dilakukan intensif selama 5 hari terakhir dengan satu orang instruktur. Materi yang diberikan meliputi praktek melakukan ITD tes, VDPV tes, menjalankan tes dengan alat PCR AB (Applied Biosytem 7500) , analisis hasil, Kalibrasi alat, pengisian worksheet, eksport data ke power point dengan Microsoft 2003 untuk pengiriman hasil ke CDC. Dari pelatihan ini diharapkan kedua lab tersebut sudah siap menghadapi Proficiency Test (PT) Phanel pada bulan Juni 2014.

Pada hari terakhir pelatihan dilakukan pemberian sertifikat pada semua Partisipan dan standing party dengan melibatkan semua pegawai laboratorium yang ada.(S)

 

Orientation ForEpi Data Managers On Vaccine Preventable Disease (VPD) Surveillance With Focus On Enhanced Measles Surveillance

 

fotobangkit mei 2014

 

Untuk mendukung komitmenmenghilangkancampakdan kontrol rubella/ Congenital Rubella Syndrom (CRS) padatahun 2020, semuanegaradibawah WHO Kawasan Asia Tenggara (South East Asia Regional Office) melakukan pertemuan pada tanggal 29 April – 1 Mei 2014, bertempat di New Delhi India. Pertemuan ini bertujuan untuk Sosialisasi tentang management pengambilan data untuk cased based (Kasus Individu); Sosialisasi tentang Rekomendasi Indikator performance untuk Campak dan Rubella Surveillans dan juga Diskusi tentang Format dan Periode waktu pengiriman pelaporan Cased Based (Kasus Individu).

Pesertayang hadir adalah dari 11 negara yaitu : Bangladesh, Bhutan, Korea Utara, India, Indonesia, Maldive, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste. Dalam pertemuan ini juga hadir Perwakilan dari WHO-HQ Genewa dan Perwakilan dari CDC-Atlanta. Pertemuan dibuka oleh Dr. Sangay Thinley selaku Direktur Departemen penelitian dan Kesehatan Keluarga WHO-SEARO. Untuk selanjutnya acara dipandu oleh Narasumber dari WHO dan CDC Atlanta.Indonesia dalam pertemuan ini diwakilkan oleh Subangkit, M,Biomed (Litbangkes-PBTDK) dan Indra Jaya, SKM, M.Epid (P2PL-Subdit Surveillans). WHO Country Representatif Indonesia juga mengirimkan 2 wakilnya dalam pertemuan ini yaitu dr. Rusipah Mursito, M.Kes dan Haditya Mukri, M.Kes.

Dalam pertemuan disepakati bahwa Pengiriman Laporan untuk kasus campak/Rubella akan dilakukan secara Mingguan dengan format yang seragam serta rencana perluasan jejaring Laboratorium Campak yang tadinya hanya 4 laboratorium menjadi 6 atau lebih agar lebih efektif dan efisien. (S)

Kegiatan training ini dilakukan berdasarkan pada teori perkuliahan (lecture) dan praktikum (hands on) yang berkaitan dengan campak dan rubella.  Materi Perkuliahan yang diberikan adalah tentang update program global WHO kasus campak-rubella terhadap target dan goal eliminasi campak dan rubella tahun 2020 di 5 region WHO (AFRO, EURO, EMRO, SEARO dan WPRO), status sekarang dan peran laboratorium pendukung untuk eliminasi campak dan pengendalian rubella/CRS di region, pengantar untuk epidemiologi molekular virus campak-rubella dan metode molekular  (real time RT-PCR, genotyping RT-PCR dengan gel elektroforesis dan sequencing) untuk deteksi virus campak-rubella, quality control untuk tes molekular, database global (MeaNS dan RubeNS) untuk campak dan rubella, genotype campak dan rubella di wilayah SEAR, serta masalah dan tantangan laboratorium regional, dan country report masing-masing negara mengenai performa laboratorium selama periode 2011-2013.