Berita Terkini:
Karya Ilmiah Terbaik pada Rakernas X PATELKI, 21-24 Mei 2014    Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATELKI) merupakan organisasi profesi analis kesehatan di Indonesia yang didirikan di Jakarta 26 April 1986 dan saat ini telah mewakili perwakilan di 33 Propinsi dengan hampir 175 cabang di tingkat kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Rapat Kerja Nasional kesepuluh (RAKERNAS X) dan Temu Ilmiah Ke-17 PATELKI tahun 2014 ini mengambil tema “Kemandirian Profesi Membangun Enterpreunership Dalam Persaingan Global”yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 24 Mei 2012 di Swiss-Belhotel Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama secara profesional memajukan kinerja dan komunikasi antar insan laboratorium kesehatan dalam menggerakan organisasi Patelki Indonesia. Selain itu diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar sesama analis kesehatan serta meningkatkan profesionalisme tenaga analis kesehatan di Indonesia. Dihadiri lebih dari 500 anggota Patelki dari berbagai institusi kesehatan di Indonesia di antaranya Laboratorium Rumah Sakit Negeri dan swasta, Balai Laboratorium Kesehatan Propinsi dan Daerah, Laboratorium Klinik swasta serta praktisi laboratorium lainnya. Kegiatan ini diisi dengan seminarilmiah dengan topik diantaranya profesi dan regulasi analis kesehatan, optimalisasi kualitas laboratorium klinik melalui sistem terstandarisasi serta mutu pemeriksaan dan layanan melalui optimalisasi pengelolaan data laboratorium. Selain diisi dengan seminar ilmiah kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan/workshop dan presentasi karya ilmiah. Dari Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Arie Nugraha) hadir dan membawakan oral presentasi makalah dengan judul “Distribusi Serotipe Virus Dengue di Samarinda, Manado, Ternate dan Jayapura pada tahun 2012” dan menjadi karya ilmiah terbaik pada RAKERNAS X dan Temu Ilmiah Ke-17 PATELKI tersebut - Wednesday, 11 June 2014 03:35
Rapat Persiapan Penelitian Pengembangan Prototipe Sub Unit Kandidat Vaksin TB Tahap III, Jakarta 5-7 Juni 2014      Tuberkulosis di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menduduki urutan ke lima terbanyak di dunia. Beberapa perguruan tinggi dan lembaga riset yang ada di Indonesia telah melaksanakan penelitian dan mampu menghasilkan antigen kandidat vaksin TB untuk memperbaiki vaksin BCG yang ada, namun kegiatan tersebut belum terintegrasi. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi berinisiatif untuk melaksanakan penelitian yang terintegrasi terkait penelitian dan pengembangan riset vaksin TB yang ditandai dengan penandatanganan MoU dengan 16 institusi yang dilanjutkan dengan pembentukan konsorsium riset vaksin TB. Pada tahun 2012 telah dilaksanakan penelitian kegiatan riset vaksin TB Tahap I. Pada tahun 2014 ini akan diadakan penelitian lanjutan berupa penyiapan antigen, uji imunogenitas, sequencing BCG dan transkriptomik.      Kepala Pusat BTDK berkesempatan hadir untuk membuka acara Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tanggal 5-7 Juni 2014 diadakan pertemuan yang membahas mengenai persiapan kegiatan penelitian di tahun 2014. Dalam pertemuan ini Kepala Pusat Biomedis dan TDK (Pretty M., PhD) berkesempatan hadir untuk membuka acara.    Ibu Kapus (Prety M., PhD) sedang berbincang pewakilan universitas dan Kemenristek seusai membuka pertemuan    Salah satu peserta diskusi kelompok   Beberapa anggota tim peneliti riset vaksin TB dari Pusat BTDK     - Tuesday, 10 June 2014 18:17
Regional Laboratory Workshop of Influenza and Novel Viruses National Institute of Virology, Pune, India, 26 – 30 Mei 2014          Influenza merupakan penyakit endemik di semua negara anggota South-East Asia Region (SEAR). Secara berkala perubahan genetik pada virus influenza menghasilkan generasi dari strain baru dengan kemampuan yang lebih baik dengan transmisi yang cepat, meningkatkan virulensi dan dengan demikian dapat menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian. Surveilans Virologi Influenza Global telah dilakukan melalui Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) selama hampir enam dekade. GISRS memiliki hampir 138 National Influenza Center (NIC) sebagai anggotanya. Di SEA Region, delapan negara (kecuali Bhutan, Maladewa dan Timur Leste) memiliki National Influenza Center. NIC secara berkala berbagi pengawasan dan monitoring data melalui GISRS. NIC mengumpulkan spesimen dari negara masing-masing dan melakukan pemeriksaan pendahuluan. WHO GISRS memonitor evaluasi virus influenza dan memberikan rekomendasi untuk negara anggota termasuk diagnostik, vaksin, tes anti-virus susceptibility dan penilaian resiko, peringatan tentang munculnya virus influenza dengan potensi pandemik dan pembuat kebijakan pada kesiapan yang lebih baik. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kapasitas negara-negara anggota SEAR untuk melakukan diagnosis virus influenza dan virus lainnya yang dapat diandalkan dan tepat waktu. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melihat status NIC di negara anggota SEAR, untuk memberikan pelatihan tentang alat diagnostik termasuk RT-PCR untuk virus influenza dan virus baru seperti H7N9 dan MERSCOV serta untuk mendiskusikan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara anggota SEAR dalam diagnostik laboratorium influenza/infeksi virus baru yang muncul dan membentuk jaringan regional yang lebih kuat. Workshop ini dilaksanakan dari tanggal 26 – 30 Mei 2014 di National Institute Virology (NIV), Pune, India dan dihadiri oleh beberapa perwakilan negara anggota SEAR yaitu: Indonesia, Thailand, Miyanmar, Srilangka, Bhutan, Maldives, India, Nepal dan Bangladesh. Kegiatan yang dilakukan selama lima hari tersebut diisi dengan materi diantaranya Update on Pandemic preparedness in Sout East Asia Region dan Emergence of Novel Viruses – Influenza H7N9 and MERS Corona Virus. Selain itu workshop juga diisi dengan pelatiahan pemeriksaan untuk Influenza H7N9 dan MERS Corona virus dengan metode PCR dan Sequencing. - Monday, 09 June 2014 21:03
Kunjungan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam rangka Pengembangan Biorisiko (Biosafety dan Biosecurity), Jakarta 8 Mei 2014 Kunjungan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam rangka Pengembangan Biorisiko (Biosafety dan Biosecurity), Jakarta 8 Mei 2014       Badan Litbang Kesehatan adalah salah satu institusi yang berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan Biorisiko yang termasuk didalamnya adalah unsur Biosafety dan Biosecurity. Oleh karena itu, WHO selaku mitra bestari, pada kamis tanggal 8 Mei 2014 melakukan kunjungan dalam rangka pengembangan implementasi biosafety dan biosecurity di Indonesia. Delegasi WHO yang terdiri dari Kazunobu Kojima (WHO-Headquarter); Prof. M.Sudomo, dan dr. Endang (WHO-Country Office) disambut oleh Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Pretty Multihartina, Ph.D) beserta Jajarannya dantim Biorisiko Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Assiosiasi Biorisiko Indonesia (ABI) juga diundang dalam pertemuan ini. Pada pertemuan ini disepakati beberapa kegiatan untuk 2 tahun kedepan yaitu tentang Pengembangan Rencana Strategi Nasional Biorisiko; Pelatihan Biosafety dan Biosecurity Tingkat Nasional dan Internasional; Kajian Biosafety dan Biosecurity dan juga Pengembangan Quality Control Laboratorium Diagnostik. - Wednesday, 14 May 2014 22:45
Akuntabilitas Kinerja Pusat BTDK Mendapatkan Nilai Memuaskan (AA),5-7 Mei 2014 Proses evaluasi Ka.Sub.Bag PKS (dr.Nurbaiti, MKM)  bersama Auditor dari Inspektorat Jenderal III   Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) merupakan penerapan manajemen kinerja yang sejalan dan konsisten dengan penerapan reformasi birokrasi, yang berorientasi pada pencapaian outcomes dan upaya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. SAKIP merupakan integrasi dari sistem perencanaan, system penganggaran dan system pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. Dengan SAKIP yang baik dan kuat diharapkan capaian outcomes Instansi pemerintah tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan pada tanggal 5 sd 9 Mei 2014, bertempat di Hotel Batu Tulis Bogor, melaksanakan Evaluasi SAKIP terhadap seluruh Unit kerja dibawah Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Drg. S.R. Mustikowati, M.Kes. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, sebagai unit eselon II dibawah Badan Litbang Kesehatan RI turut hadir dalam kegiatan ini untuk ikut di Evaluasi dengan mengutus Kepala Sub Bagian beserta Staf Sub Bag Program dan Kerjasama.   Tim Evaluasi SAKIP 2012 (Staf Sub.Bag PKS)   Evaluasi atas SAKIP Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dilakukan oleh, Bapak Ossie Sosodoro W dan Ibu Tati Hermawati,S.Sos,MM yang merupakan Auditor Inspektorat III Itjen Keenkes RI. materi yang dievaluasi meliputi 5 komponen. Yaitu perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, Pelaporan Kinerja, Evaluasi Kinerja dan pencapaian sasaran/kinerja. Hasil evaluasi atas 5 Komponen tersebut Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar kesehatan mendapatkan Nilai 89,21 atau kategori A (Sangat Baik). Dengan nilai yang dicaai tersebut diharapkan Pusat Biomedis dan teknologi Dasar Kesehatan dapat terus meingkatkan capaan kinerja nya dengan tetap memperhatikan catatan dan rekomendasi perbaikan yang disampaikan oleh Auditor pada saat pelaksanaan evaluasi tersebut. (Dody) Foto bersama Auditor Inspektorat Jenderal IIIusai evaluasi SAKIP 2013   - Monday, 12 May 2014 08:51

16th International Congress on Infectious Diseases, Cape Town, Afrika Selatan, 2-5 April 2014

16th International Congress on Infectious Diseases (ICID) merupakan pertemuan ilmiah yang diadakan oleh International Society for Infectious Diseases (ISID). Pertemuan ilimiah ini bertujuan untuk mendiskusikan informasi dari penelitian di bidang kesehatan yang terkait penyakit menular dimana ISID memiliki tujuan untuk meningkatkan perawatan terhadap pasien-pasien penyakit infeksi, peningkatan kemampuan para klinisi dan peneliti, serta kontrol terhadap penyakit infeksi di seluruh dunia.

Penyakit infeksi adalah masalah kesehatan yang dihadapi di seluruh dunia dan Afrika masih merupakan epicenter penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian seperti HIV/AIDS, malaria dan TB, serta penyakit-penyakit lain seperti pneumonia dan neglected tropical diseases. Pada pertemuan ilmiah ini, topik yang didiskusikan tidak hanya pada berbagai topik yang berhubungan dengan penyakit infeksi di Afrika, yaitu HIV/AIDS, TBC, malaria, akan tetapi topik-topik penting lainnya mengenai emerging infectious diseases, resistensi antimikrobial dan neglected tropical diseases.

Acara dibuka oleh Keith P. Klugman, Presiden ISID, Marc Mendelson, Presiden Federation of infectious diseases Societies of Southern Africa (FIDSSA), Alderman Ian Neilson, Executive Deputy Major dari Cape Town, Afrika Selatan, Alan Wide, Provincial Minister of Finance, Economic Developmet and Tourism in the Western Cape, Afrika Selatan, serta Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Pakisje Aaron Motsoaledi.

Pada acara ini ditampilkan poster dari Indonesia dengan judul Molecular epidemiology of dengue virus in Manado, North Sulawesi, Indonesia, 2012, yang dibawakan oleh Agustiningsih.(N)

WHO –SEAR Inter Country Training for Polio Laboratory Supervisors,

Mumbai 7-16 April 2014

foto sinta mei 2014 2 

 

           Pertemuan ini dihadiri oleh 14 Partisipan yang berasal dari 6 Negara (India, Bangladesh, Indonesia , Thailand, Myanmar dan Srilanka). Sedangkan Narasumber /fasilitator berasal dari India (Dr Jagadish Deshpande (Director and Scientis Enterovirus Research Centre, Mumbai), Mr Prasanna yergolkar (Virologist WHO/SEARO New Delhi), Dr Lucky Sangal (Laboraty focal person New Delhi), dan Thailand (Ms Sirima Pattamadilok, TIP-Scientist WHO-SEARO New Delhi ). Pembukaan acara pada pertemuan ini diawali dengan menyalakan lilin yang melambangkan sebagai penerang dalam kegelapan, tanda adanya kebersamaan, dan berbagi pengetahuan/pengalaman. Acara ini merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan sebelum pelatihan dilakukan. Adapun Jadwal pelatihan dimulai jam 09.00 pagi sampai 18.00 sore.

Dari Indonesia di wakili oleh Institusi yang berasal dari Bio Farma, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Semua yang hadir ini adalah bagian dari jaringan Laboratorium Polio di Wilayah SEARO.

Tujuan dari Workshop :Mengutamakan pentingnya akurasi, ketepatan waktu dan kelengkapan hasil, Review praktek kerja laboratorium di dalam jaringan laboratorium Polio, Meningkatkan kinerja Laboratorium, Refresh dan Update ketrampilan dari seorang supervisor dalam meningkatkan kinerja lab., Menetapkan implementasi program total quality assurance dan Bio- Risk managemen dalam jaringan laboratorium Polio.

Dalam pertemuan ini juga dibahas beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan laboratorium polio, antara lain: Praktek Laboratorium tentang Cell subculture, Mycoplasma testing, preparasi Cell bank, kandungan media, Biosafety Laboratory , Cell Sensitivity, ketrampilan mikroskopis dalam observasi CPE (Cyto Phatic Effect ), tes rRT PCR, pemeliharaan alat lab dan kalibrasi, Internal Quality Control, Check list Accrediation, dan preparasi FTA card dan pengiriman specimen/isolat dan cell untuk pemeriksaan adanya Mikoplasma. Pelatihan RT-PCR lebih ditekankan pada partisipan dari Jakarta (lab. Polio PBTDK) dan Surabaya ( Balai Besar Laboratorium Kesehatan), karena dari jaringan lab .Polio SEARO hanya dua laboratorium yang belum melakukan tes PCR tersebut. Pelatihan dilakukan intensif selama 5 hari terakhir dengan satu orang instruktur. Materi yang diberikan meliputi praktek melakukan ITD tes, VDPV tes, menjalankan tes dengan alat PCR AB (Applied Biosytem 7500) , analisis hasil, Kalibrasi alat, pengisian worksheet, eksport data ke power point dengan Microsoft 2003 untuk pengiriman hasil ke CDC. Dari pelatihan ini diharapkan kedua lab tersebut sudah siap menghadapi Proficiency Test (PT) Phanel pada bulan Juni 2014.

Pada hari terakhir pelatihan dilakukan pemberian sertifikat pada semua Partisipan dan standing party dengan melibatkan semua pegawai laboratorium yang ada.(S)

 

Orientation ForEpi Data Managers On Vaccine Preventable Disease (VPD) Surveillance With Focus On Enhanced Measles Surveillance

 

fotobangkit mei 2014

 

Untuk mendukung komitmenmenghilangkancampakdan kontrol rubella/ Congenital Rubella Syndrom (CRS) padatahun 2020, semuanegaradibawah WHO Kawasan Asia Tenggara (South East Asia Regional Office) melakukan pertemuan pada tanggal 29 April – 1 Mei 2014, bertempat di New Delhi India. Pertemuan ini bertujuan untuk Sosialisasi tentang management pengambilan data untuk cased based (Kasus Individu); Sosialisasi tentang Rekomendasi Indikator performance untuk Campak dan Rubella Surveillans dan juga Diskusi tentang Format dan Periode waktu pengiriman pelaporan Cased Based (Kasus Individu).

Pesertayang hadir adalah dari 11 negara yaitu : Bangladesh, Bhutan, Korea Utara, India, Indonesia, Maldive, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste. Dalam pertemuan ini juga hadir Perwakilan dari WHO-HQ Genewa dan Perwakilan dari CDC-Atlanta. Pertemuan dibuka oleh Dr. Sangay Thinley selaku Direktur Departemen penelitian dan Kesehatan Keluarga WHO-SEARO. Untuk selanjutnya acara dipandu oleh Narasumber dari WHO dan CDC Atlanta.Indonesia dalam pertemuan ini diwakilkan oleh Subangkit, M,Biomed (Litbangkes-PBTDK) dan Indra Jaya, SKM, M.Epid (P2PL-Subdit Surveillans). WHO Country Representatif Indonesia juga mengirimkan 2 wakilnya dalam pertemuan ini yaitu dr. Rusipah Mursito, M.Kes dan Haditya Mukri, M.Kes.

Dalam pertemuan disepakati bahwa Pengiriman Laporan untuk kasus campak/Rubella akan dilakukan secara Mingguan dengan format yang seragam serta rencana perluasan jejaring Laboratorium Campak yang tadinya hanya 4 laboratorium menjadi 6 atau lebih agar lebih efektif dan efisien. (S)