Berita Terkini:
Next Generation Sequencing, 3 Maret 2014 United State - Center for Disease Control and Prevention (US-CDC) telah mengidentifikasi penyakit yang disebabkan oleh arbovirus. Penyakit arbovirus tersebut mencapai puncaknya pada tahun 1980, sebanyak 22,8 % disebabkan oleh Vector Borne Disease, untuk menambah pengetahuan  para peneliti tentang identifikasi vector borne disease, Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengundang Ann M.Powers, PhD, dari Division of Vector Borne Infectious Diseases, US-CDC, untuk memberikan kuliah umum. Kuliah umum ini dilaksanakan di Ruang Teater Sekretariat Badan Litbangkes pada tanggal 3 maret 2014, dibuka oleh Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Pretty Multihartina, Phd. Selain peneliti dari Badan Litbangkes, kuliah umum ini juga diikuti Dosen, Mahasiswa dan peneliti dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran dan Lembaga Eijkman. Pada Kesempatan ini, Ann M.Powers, Phd, mempresentasikan teknologi sekuensing dengan metode Next Generation Sequencing (NGS). Metode ini memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan metode sanger, diantaranya tidak memerlukan kloning, pengerjaan lebih cepat, informasi yang didapatkan lebih banyak dan biaya yang diperlukan lebih sedikit. (Red) - Tuesday, 15 April 2014 15:26
The Eight Inter-Country Training on Molecular Technique For The Sear Measles And Rubella Laboratory Network, 16 Maret 2014 Kegiatan training ini dilakukan berdasarkan pada teori perkuliahan (lecture) dan praktikum (hands on) yang berkaitan dengan campak dan rubella.  Materi Perkuliahan yang diberikan adalah tentang update program global WHO kasus campak-rubella terhadap target dan goal eliminasi campak dan rubella tahun 2020 di 5 region WHO (AFRO, EURO, EMRO, SEARO dan WPRO), status sekarang dan peran laboratorium pendukung untuk eliminasi campak dan pengendalian rubella/CRS di region, pengantar untuk epidemiologi molekular virus campak-rubella dan metode molekular  (real time RT-PCR, genotyping RT-PCR dengan gel elektroforesis dan sequencing) untuk deteksi virus campak-rubella, quality control untuk tes molekular, database global (MeaNS dan RubeNS) untuk campak dan rubella, genotype campak dan rubella di wilayah SEAR, serta masalah dan tantangan laboratorium regional, dan country report masing-masing negara mengenai performa laboratorium selama periode 2011-2013.  - Tuesday, 15 April 2014 15:22
Inter Country Consultative Workshop Of The Virologist From The Sear Polio Laboratory Network, 17-19 Maret 2014 Pertemuan di Bangkok, Thailand pada tanggal 17-19 Maret ini dihadiri oleh para pakar/scientist dari CDC Atlanta, RIVM Bilthoven, NIBSC UK, Virologis dari 15 lab polio yang tergabung di jejaring laboratorium polio SEAR, WHO HQ, WHO SEARO and sekretariat WHO. Tiga laboratorium yang berada di indonesia yaitu Badan Litbang Jakarta, PT Biofarma dan BBLK Surabaya masing-masing diwakili oleh dua peserta. Badan Litbang menugaskan Drs. Bambang Heriyanto, M.Kes dan Nike Susanti,S.Si untuk ikut berpartisipasi pada pertemuan ini. Salah satu tujuan pertemuan ini adalah untuk meninjau status fungsi jaringan laboratorium Polio Regional, memperbaharui informasi  aktivitas penelitian virologis dari jaringan laboratorium polio regional. Hadrl dari  pertemuan ini diharapkan Jaringan laboratorium SEAR dapat meneruskan peran laboratorium dan menjaga kemampuan dan kapasitas untuk menunjang kualitas surveilans dan menyetujui untuk mengembangkan Road Map implementasi manjemen bioresiko dan surveilans lingkungan yang sangat dibutuhkan setelah sertifikasi bebas polio di SEAR.   Foto Grup: NIke Susanti (bari pertama no 4 dari kanan) dan Drs. Bambang Heriyanto di (baris kedua no 6 dari kanan) Pada hari pertama dipaparkan mengenai gambaran “Polio Eradication Initiative (PEI) secara global dan regional, update on VDPVs, startegi “polio end game “ aktivitas laboratory containment dan persiapan serta kemajuan dari sertifikasi bebas polio di regional SEAR. Di hari selanjutnya disampaikan pencapaian yang telah dilakukan terhadap rekomendasi yang dihasilkan pada pertemuan tahun sebelumnya , proposal revisi ceklist akreditasi, revisi buku panduan laboratorium polio, manajemen bio resiko, dan perubahan pada panel proficiency test ITD termasuk sistem penilaiannya. Dengan akan diadakannya sertifikasi bebas polio di regional SEAR pada tanggal 27 Maret 2014, rencana “Polio End Game” , Laboratory Containment, Manajemen bio resiko dan surveilans lingkungan menjadi prioritas diskusi di pertemuan ini dan menghasilkan rekomendasi diantaranya : laboratorium polio Badan Litbang diharapkan dapat melakukan ITD Polio dengan menggunakan  metoda RT PCR pada akhir tahun 2014, setiap laboratorium sudah mengimplementasikan manajemen bio resiko sebelum akhir tahun 2014, koordinator laboratorium regional SEAR akan bekerja sama dengan instansi pemegang kebijakan dan program di masing-masing negara untuk mengembangkan surveilans lingkungan dan jejaring laboratorium diharapkan tetap menjaga prestasinya dan melaksanakan metoda baru untuk identifikasi virus polio dan quality control laboratorium. (N) - Tuesday, 15 April 2014 15:12
Polio-Free Certification Event, 27 Maret 2014 Dr.dr.Vivi Setiawaty, M.Biomed (Kanan) dan DELRI bersama-sama menghadiri penerimaan sertifikat bebas polio    WHO South-East Asia Region telah mempertahankan status bebas polio selama 3 tahun. Kasus polio liar yang terakhirdi laporkan oleh India adalah pada 13 Januari 2011, sehingga wilayah SEAR sudah saatnya melakukan polio-free certification pada bulan Maret 2014. Oleh karenanya pada Kamis, 27 Maret 2014  di New Dehli pk.15.00 waktu India (pk.16.30 WIB) telah dilakukan penyerahan sertifikat BEBAS DARI POLIO dari Dr.Poonam Khetapral Singh (WHO-SEAR Regional Director) dan Dr.Supamit Chunsuttiwat (Ketua SEA-RCCPE) kepada negara-negara SEAR.  Indonesia  sebagai salah satu dari 11 negara SEAR (Bangladesh, Bhutan, Democratic People's Republic Korea, India, Indonesia, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand dan Timor-Leste) juga telah diberikan sertifikat BEBAS POLIO, yang telah diterima langsung oleh Bapak dr. H. Muhamad Subuh, MPPM (Sesditjen PP&PL, mewakili pemerintah Indonesia) dan Prof. Rusdi Ismail (anggota Chairperson NCCPE dari Indonesia). Dengan penyerahan sertifikat ini, maka 80% populasi dunia hidup di wilayah yang dinyatakan bebas Polio karena WHO South-East Asia Region telah menyusul wilayah lain yang telah lebih dulu bebas polio yaitu Region of the Americas (1994), Western Pacific Region (2000) dan European Region (2002).    Plakat Bebas Polio  Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed turut hadir di acara ini yang dilaksanakan di Conference Hall World Health Organization, South-East Asia Regional Office di New Delhi India, yang dipimpin langsung oleh Dr.Supamit Chunsuttiwat (Ketua SEA-RCCPE) dan Dr. Poonam Khetapral Singh selaku WHO SEAR Regional Director.  Dalam  sambutannya Dr. Poonam Khetapral Singh selaku WHO SEAR Regional Director mengatakan “Bahwa setelah pemberian sertifikat ini bukan berarti kita menurunkan upaya kita untuk mengimunisasi semua anak-anak kita dan surveilens AFP, tetapi sebagai satu langkah untuk terus meningkatkan cakupan imunisasi dan penguatan surveilen AFP sehingga benar-benar dunia bebas dari polio sebagai penyakit kedua setelah cacar yang telah di eradikasi di muka bumi” Sebelum acara penyerahan Sertifikat Bebas Polio, telah diadakan Luncheon Roundtable Meeting di kantor WHO/SEARO) antara Menteri-Menteri Kesehatan negara SEAR bersama WHO/SEAR membahas isu-isu strategis  mengenai Measles Elimination, Containing Non-communicale Diseases, Reduction in maternal and child mortality,  Universal health coverage, Combating Antimicrobial Resistance,Response to emergencies. (V) - Tuesday, 15 April 2014 14:49
The Macrae Foundation's XVI International Symposium on Respiratory Viral Infections, 13-16 Maret 2014 Genetic Characteristics of Influenza A/H1N1pdm09 in Indonesia during 2009-2013 oleh Hana Apsari Pawestri, MSc.   The Macrae Foundation's XVI International Symposium on Respiratory Viral Infection merupakan simposium yang menyatukan pemikiran para pemimpin internasional, melakukan penelitian visioner dan mengembangkan pengobatan saat ini yang menguntungkan semua orang di bidang ilmu kesehatan. Simposium ini berfungsi sebagai katalis untuk mendiskusikan informasi canggih, dengan tujuan menciptakan penelitian seminat di bidang penyakit infeksi pernafasan di seluruh dunia dan mendorong arah baru dalam penelitian untuk ilmu pengetahuan, industri dan lembaga pendanaan pemerintah. Simposium ini menyajikan aspek-aspek praktis dari pengobatan saat ini dan prospek masa depan untuk penyakit infeksi virus pernapasan melalui kuliah tamu, presentasi, dan poster hasil penelitian.   Detection of Viral Pathogen Causing Severe Acute Respiratory (SARI) In Indonesia, yang dibawakan oleh dr. Krisna Nur A.P, MS   Acara dibuka oleh Mr. Byungguk Yang, Direktur CDC Korea dan Mr. Yong Ho Park, Animal and Plant Quarantine Agency, Korea Selatan. Kemudian acara dilanjutkan dengan Keynote Address mengenai H7N9 oleh Nancy Cox dari Divsi Influenza, CDC Atlanta.  Sesi Pertama dipimpin oleh Nancy Cox dan membahas Topic mengenai Influenza. Paparan pertama disampaikan oleh Mr. Youn-Jeung Lee,dari Korea Selatan mengenai “H5N8 Outbreak in Poultry and Wild Birds in Republic of Korea, dilanjutkan dengan paparan mengenai “ Respiratory Viruses in Bangladesh, yang disampaikan oleh Abdullah Brooks dari ICDDR Bangladesh) Kemudian paparan dilanjutkan oleh 3 paparan :  (1) Impact of Influenza B viruses lineage- Leel mismatched to strains contained in Trivalent Seasonal Influenza Vaccines, 1999-2012 oleh Terho Heikennen (Finlandia) (2) Genetic Requirement for Hemgglutination Glycosilation and its implication for influenza A/H1N1 Virus Evolution oleh Jin Il Kim (Korea) (3). Intranasal Administration of a Novel Recombinant Immunogen Based on Hemagglutinin Stalk Domain Potentiates Hetero-Subtypic and Broadly Effective against Influenza Viral infection oleh Hwajung Yi (Korea Selatan) Pada Hari ke 2 terdapat dua sesi yaitu Clinical intervension dan One Health. Sesi Pertama disampaikan 2 paparan utama yaitu mengenai New generation of Antibodies for Influenza and RSV oleh David Corti (Switzerland) dan Antivirals for Rhinovirus oleh Sebastian Johnston (UK). Kemudian dilanjutkan oleh paparan “oral presentation” yaitu: (1) Ferret Models to Study Clinical Intervention against Influenza oleh Koert Stittelaar (Netherland), (2) Use of Human Monoclonal Antibodies Isolated from Patients Recovered from 2009 Pandemic H1N1 Infection for Theurapeutic and Prophylactic treatment oleh Shin Jae Chang, Republic of Korea, (3) Azithromycin Augments RV-Induced Type I and Type III Interferon Production via Interaction with MAVS oleh Michael R. Edwards,(UK). One Health dimulai dengan kuliah umum oleh Prof. Osterhaus mengeni MERS Cov, diikuti  dengan paparan mengenai Swine Influenza oleh Young Ki Chopi dari  Korea Selatan dan Novel Animal Parvoviruses: Lesson for Human Parvovirus disease oleh Roger Bodewes, Erasmus  MC, Netherland. Selanjutnya dilakukan paparan dari peserta oral presentasi yaitu (1) Dogs as Intermediate Host in Interspecies transmission and Possible Role of Dogs in Reverse Zoonotic Infection of Influenza Viruses oleh Daesub Song  (Korea Selatan) , (2) Safety and Immunogenicity of a recombinant Virus Like Particle Influenza A (H7N9) Vaccine with and without saponin based adjuvant oleh Louis Fries , Novavax USA. Acara selanjutnya adalah paparan poster review oleh Prof. Osterhaus dan Poster session dan Reception. Pada acara ini ditampilkan dua poster dari Indonesia dengan judul  Detection of Viral Pathogen Causing Severe Acute Respiratory (SARI) In Indonesia, yang dibawakan oleh dr. Krisna Nur A.P, MS dan Genetic Characteristics of Influenza A/H1N1pdm09 in Indonesia during 2009-2013 oleh Hana Apsari Pawestri, MS. (HK) - Tuesday, 15 April 2014 14:11
Pelantikan Pejabat Struktural Pusat BTDK, 20 Pebruari 2014 Pada hari rabu (20 Pebruari 2014) 3 staf peneliti di Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mendapatkan promosi untuk menduduki 2 jabatan setingkat eseleon IV dan 1 jabatan di tingkat eselon 3. dr. Masri Sembiring Maha, DTMH dilantik sebagai Kepala Sub. Bidang Biomedis Non Manusiadr. Paisal M.Biommed dilantik sebagai Kepala Seksi Program dan Kerjasama dan Dra. Rita Marleta Dewi, M.Kes dilantik sebagai Kepala Bidang Teknologi Dasar Kesehatan Pelantikan dilaksanakan di ruang Ars Longa, Badan Litbang Kesehatan dengan disaksikan jajaran pejabat dilingkungan Kementerian Kesehatan.   Tampak dr. Masri Sembiring Maha dan Dra Rita Marleta Sedang diambil sumpah Dra Rita Marleta D sedang menandatangani piagam pelantikan disaksikan olehKepala Pusat Biomedis dan TDK     Ka.Badan Litbang Kesehatan sedang memberikan pengarahan kepada pejabatyang baru dilantik di lingkungan Balitbang KesehatanSejenak setelah pelantikan Dr. Ketut S.R. diapit oleh dr. Paisal (kanan) dan dr. Masri (kiri)   Pejabat yang baru dilantik bersama dengan para peneliti Pusat BTDK Kenang-kenangan khusus untuk Ka.Badan dari Pusat BTDK dalam rangkamenyambut masa Purnabakti Beliau di Badan Litbangkes Foto: Y Berita MB     - Wednesday, 12 March 2014 17:16
Bakti Sosial Pasca Banjir di Kel.Kalibata, Jakarta Selatan, 9 Januari 2014 Wilayah Jakarta tidak lepas dari bencana banjir dari sejak awal Jakarta berdiri hingga sekarang, konon dari jaman kolonial Belanda Jakarta yang dulu dikenal dengan Batavia merupakan kawasan banjir. Jakarta dialiri oleh 13 sungai yang membelah wilayah Kota Jakarta. Dengan padatnya jumlah penduduk dan makin menyempitnya aliran sungai ditambah lagi dengan curah hujan yang cukup tinggi sekitar pertengahan januari 2014 mengakibatkan banjir yang memaksa warga yang rumahnya untuk mengungsi. Sebagai wujud kepedulian sosial, karyawan di lingkungan Pusat Biomedis dan Teknologi dasar Kesehatan menyalurkan bantuan ke korban banjir di wilayah Kalibata Jakarta Selatan. Bantuan yang berhasil di himpun merupakan dana sukarela dari karyawan dan karyawati Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Mengingat bantuan diberikan pada saat banjir selesai, bantuan disesuai dengan keperluan para pengungsi pasca banjir yang meliputi antara lain, susu formula, air mineral, cairan pembersih lantai, sabun deterjen, perlengkapan mandi (sikat gigi, pasta gigi dan sabun mandi) dan salep kulit (gatal-gatal). Bantuan diterima oleh Bapak Sanusi di sebagai penanggungjawab posko bantuan untuk pengungsi di RW 07 Kelurahan Rawajat, Kalibata. (Red) - Wednesday, 12 March 2014 16:19
Pengukuhan Drs. Bambang Heriyanto Sebagai Koordinator Laboratorium Nasional Penelitian Penyakit Infeksi. 10 Januari 2014 Drs. Bambang Heriyanto, M.Kes sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (BP2PRV) di Salatiga. seiring dengan berjalannya waktu pada tanggal 7 Oktoeber jabatan tersebut diserah terimakan kepada DR. Vivi Lisdawati, MSi.Apt. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Teknologi Dasar Kesehatan. Dan setelah sekian lama meninggalkan dunia laboratorium akhirnya pada bulan pebruari beliau kembali lagi ke pusat Biomedis dan TekDasKes mengemban tugas baru sebagai Koordinator Laboratorium Nasional Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemijati . sebagai koordinator laboratorium nasional beliau mempunyai harapan-harapan kedepan untuk kemanjuan laboratorium ini sebagai penunjang dari tugas pokok dan fungsi Pusat Biomedis dan TekDasKes. - Wednesday, 12 March 2014 16:01
Executive Brain Assessment (EBA), 7 Pebruari 2014 Lebih dari 200 soal harus dijawab oleh peserta EBA Executive Brain Assessment dilaksanakan di Pusat Biomedis dan Tekdaskes pada Jum'at (7 Maret 2014) adalah sebuah pemeriksaan potensi otak yang mendasari kapasitas SDM dan kepemimpinan. Pemeriksaan ini bukan untuk melihat prestasi dan kinerja, tetapi pemeriksaan ini untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan individu melalui identifikasi fungsi fungsi kemampuan otak secara spesifik yang berhubungan dengan cara belajar dalam mengembangkan kemampuan, dominasi otak dan model berpikir dalam menyelesaikan pekerjaan serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dalam pencapaian tujuan organisasi. Ibu Kapus sedang memberikan sambutan sebelum test EBA dimulai   Dengan mengetahui kekuatan dan kelemehan dalam perspektif fungsi otak secara menyeluruh (Whole Brain Models), individu dapat merencanakan dengan baik karir pekerjaanya, dan tentu saja dapat merencanakan upaya pengembangan SDM dengan tepat dan akurat. Unsur-unsur yang dinilai dalam test ini adalah : 1. Dominasi otak : otak kanan dan otak kiri 2. Tipe belajar; visual, audiotorik, kinestetik 3. Preferensi otak: rasional, managerial, emosional dan strategik   Tim dari Pusat Intelgensia yang melakukan test EBA di Pusat BTDK   foto/berita; MB - Friday, 07 March 2014 16:13

Video

035881
Today
Yesterday
This Week
Total
456
0
456
35881
Selamat Datang di Website Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan - Selamat Datang Tahun 2014
Bakti Sosial Pasca Banjir Karyawan/ti Pusat BTDK, 9 Januari 2014
Bakti Sosial Pasca Banjir di Kalibata, Jakarta Selatan,9 Januari 2014
Pertemuan Bulanan Membahas Tentang SKP, Januari 2014
Pelantikan dr. Masri Sembiring Maha dan Dra Rita Marleta Dewi Sebagai Pejabat Struktural di Pusat 1, 21 Pebruari 2014
Ann M. Powers, PhD nara sumber pada DIB PBTDK pada 3 Maret 2014