Berita Terkini:
Surveilans Akreditasi Laboratorium Farmasi ISO/IEC 17025:2017   Surveilans Akreditasi Laboratorium Farmasi ISO/IEC 17025:2017     Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan sebagai salah satu institusi litbang di Kemenkes berkomitmen akan selalu menjaga kualitas dan validitas hasil pengujian laboratorium. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong laboratorium yang melakukan fungsi pengujian untuk dapat menerapkan sistem mutu melalui implementasi ISO/IEC: 17025. Laboratorium Farmasi merupakan satu-satunya Laboratorium di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang sudah terakreditasi ISO/IEC: 17025sejak tahun 2014 serta sudah melaksanakan Reakreditasi pada tahun 2018.Dengan terakreditasi, laboratorium farmasi diharapkan akan melindungi masyarakat dalam penggunaan air bersih melalui pengujian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mendukung program Kemenkes dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.         Foto Bersama Assesor dengan Pejabat Struktural dan Staf Laboratorium Farmasi         Kegiatan surveilans oleh KAN pada tanggal 10-11 Oktober ini dimaksudkan untuk menilai kesesuaian penyelenggaran pengujian lab dengan standar ISO/IEC 17025:2017. Hingga tahun 2019 ini, parameter yang masuk dalam lingkup akreditasi yaitu pada pengujian fisika/kimia air, namun Laboratorium Farmasi berkomitmen akan meningkatkan lingkup pengujian terutama di bidang farmasi.       Pemeriksaan Teknis oleh Assesor    Keberadaan laboratorium farmasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi, sarana penunjang pelaksanaan penelitian dan pengembangan, serta capaian output kinerja dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Kami ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Yeyet Cahyati yang telah bersedia hadir untuk membimbing kami dalam rangka transisi dari implementasi ISO 17025:2008 ke ISO 17025:2017, semoga teman-teman di laboratorium farmasi terus dapat belajar dan meningkatkan mutu laboratorium.     - Friday, 18 October 2019 10:06
FRLN: Kolaborasi riset, tantangan dan realita pengembangan vaksin dengue di Indonesia, 26 September 2019 Dr.dr. Whini C.H. Lestari pemakalah dalam FRLN JKT<26/09/2019> Vaksin Dengue: Kolaborasi riset, tantangan dan realita pengembangan vaksin dengue di Indonesia, presentasi ini dibawakan oleh Dr.dr.Whinie C.H Lestari, MKes dalam acara Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) di Jakarta. Acara ini di selenggarakan oleh Bio Farma sejak tahun 2011. Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terlibat dalam beberapa kerjasama yang berbentuk konsorsium diantaranya pembuatan vaksin dengue. Acara ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan FRLN sebelumnya pada tahun 2018. Harapan dari pertemuan tahun ini adalah mendorong kolaborasi pengembangan antar lembaga riset di Indonesia, pemerintah, perguruan tinggi, industri dan komunitas pendukungnya sebagai upaya agar penelitian dan inovasi di Indonesia tetap berlkelanjutan. - Sunday, 29 September 2019 10:40
Studi Kohort Biomedis Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), 22 September 2019 Pengambilan sampel darah responden   Bogor<20/09/2019> Pelaksanaan Studi Kohort biomedis faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), latar belakang dari dilaksanakannya penelitian ini karena 50 persen penyebab dari kematian dan kesakitan adalah PTM dan pencegahan dan pengendalian PTM saat ini belum efektif ditangani oleh karena itu penelitian ini diakukan untuk dapat mencegah dan mengetahui secara dini penyebab dari PTM dari pemeriksaan laboratorium. selengkapnya dapat dilihat pada tayangangan youtube:  https://www.youtube.com/watch?v=hAAviAH-3FY - Friday, 27 September 2019 11:13
Workshop Biosafety Cabinet for Enginer, 23-26 September 2019 Peserta pelatihan BSC Engineer   JKT<26/09/2019> Workshop Biosafety Cabinet for Enginer, diselenggarakan oleh Puslitbang Biomedis dan Tekdaskes bekerjasama dengan CDC Atlanta. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 3 hari di Jakarta dengan mengundang tenaga laboratorium dari berbagai daerah (Balai Litbangkes Papua, Aceh, Banjarnegara, Tanah Bumbu balai Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga). Materi yang disampaikan pada pertemuan itu diantaranya adalah uji sekunder dari Biosafety Cabinet, HEPA Filter Leak Testing dan Pengendalian Infeksi di Laboratorium.     - Friday, 27 September 2019 10:59
Diseminasi: Implementasi Indonesia National Antimicrobial Surveillance System, 26-27 September 2019 Foto Group Peserta Diseminasi   JKT <27/09/2019> Salah satu strategi pengendalian antimikroba (AMR) seperti yang tertuang dalam Global Action Plan dan National Action Plan on AMR adalah surveilans antimikroba. Sebagaimana kita ketahui antimikroba merupakan hal yang penting dalam penanganan pasien infeksi. Jika tidak ditangani dengan tepat akan memicu bakteri yang resisten antimikroba dan hal ini akan menjadi masalah baru yang menyulitkan. Puslitbang Biomedis dan TDK melaksanakan surveillans AMR yang merupakan pengabungan data pasien. laboratorium serta epidemiologi. Selama 2 hari Puslitbang Biomedis Dan Tekdaskes melaksanakan diseminasi hasil dari surveilans ini dengan mengundang 6 RS yang saat ini tergabung dengan surveilans ini (RSUP persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, RSCM, RSUP H.Adam Malik, RSUP Sanglah dan RSUP Hasan Sadikin) untuk lebih lengkap mengenai surveilans The Global Antimicrobial Resistance Surveillance System (GLASS).          - Friday, 27 September 2019 08:53
Pelaksanaan Studi Kohort Biomedis Risiko PTM, 20 September 2019 Spesimen darah yang diambil dari respoden Pelaksanaan Studi Kohort biomedis faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), latar belakang dari dilaksanakannya penelitian ini karena 50 persen penyebab dari kematian dan kesakitan adalah PTM dan pencegahan dan pengendalian PTM saat ini belum efektif ditangani oleh karena itu penelitian ini diakukan untuk dapat mencegah dan mengetahui secara dini penyebab dari PTM dari pemeriksaan laboratorium. selengkapnya dapat dilihat pada tayangangan youtube:  https://www.youtube.com/watch?v=hAAviAH-3FY   - Friday, 20 September 2019 01:19
Evaluasi Penggunaan Spesimen Surveilans Campak Rubella Untuk Surveilans Zika Dan Infeksi Arbovirus Lain di Indonesia, 12 September 2019   Kasus infeksi virus Zika (ZIKV) telah diidentifikasi di Afrika dan Asia sejak tahun 1950-an, dan wabah penyakit ZIKV pertama kali dikenali di kepulauan Pasifik pada tahun 2007 dan 2013. Wabah pada tahun 2015-2016 di Amerika semakin menunjukkan potensi epidemi ZIKV dengan kapasitas penyebaran global yang cepat dan dinyatakan sebagai penyebab cacat lahir, hasil kehamilan buruk lainnya, dan sindrom Guillain-Barré. Hingga saat ini, 86 negara dan wilayah telah melaporkan penularan ZIKV yang ditularkan oleh nyamuk, dan 35 telah mengkonfirmasi mikrosefali terkait Zika dan sindrom Zika kongenital. Saat ini masih terdapat tantangan dalam mendapatkan data zika khususnya dari pengumpulan data serosurvei. Untuk itu dilakukan penelitian Pilot Project Evaluasi Penggunaan Spesimen Surveilans Campak Rubella Untuk Surveilans Zika Dan Infeksi Arbovirus Lain di Indonesia sehingga untuk memberikan informasi epidemiologis dasar tentang penularan Zika dan arbovirus lainnya di Indonesia. Pilot Project ini melibatkan Laboratorium Rujukan Campak/Rubella lainnya di Indonesia yaitu BBLK Surabaya, BBLK Palembang, BLK Jogja dan PT. Biofarma.(/B)             - Friday, 13 September 2019 10:20
Gambikol dan Tablet DHP PBTDK Unjuk Gigi dalam Indonesian Health Tech Innovation, 10-11 September 2019   Kepala Badan Litbang Kesehatan bersama dengan peneliti PBTDK   Dalam rangka mendorong kemandirian sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri, Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan penyelenggarakan Indonesian Health Tech Innovation 2019 pada tanggal 10-11 September 2019 bertempat di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta. ada ajang kali ini dua peneliti Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan diundang menjadi Pembicara untuk memaparkan produk inovasi unggulan yang sudah dihasilkan yaitu Nanang Yunarto, M.Si, MBA, Apt dengan produk Gambikol sebagai obat dislipidemia dan Dra. Ani Isnawati, M.Kes, Apt dengan produk Tablet DHP sebagai obat malaria. Produk-produk tersebut sudah dihilirasi ke Industri Farmasi sehingga kedepannya setelah memperoleh izin edar Badan POM, dapat digunakan oleh masyarakat luas.Hadir pada cara ini Ibu Menteri Kesehatan, Kepala Badan Litbang Kesejatan dan Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan. (/Nn)              - Wednesday, 11 September 2019 09:57
Lokakarya deteksi virus Influenza dan penyakit infeksi emerging dan re-emerging dg metode PCR, 8-13 September 2019   Kegiatan lokakarya dibuka oleh Ka.Bidang Biomedis (dr.Masri Sembiring Maha, DTMH)   PCR (polymerase chain reaction) merupakan suatu teknik atau metode perbanyakan (replikasi) DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme. Dengan teknik ini, DNA dapat dihasilkan dalam jumlah besar dengan waktu relatif singkat sehingga memudahkan berbagai teknik lain yang menggunakan DNA. Dalam rangka meningkatkan kapasitas laboratorium dalam melakukan pemeriksaan virus influenza dan penyakit infeksius emerging dan re emerging dan memahami prinsip biosafety dan biosecurity. Puslitbang Biomedis Dan Tekdaskes mengadakan lokakarya selama 5 hari (8-13 September 2019) Peserta dari lokakarya ini adalah BBLK, BBTKLPP, Balai Litbangkes, Labkesda, Universitas dan WHO - Sunday, 08 September 2019 12:26
Seminar Penelitian Penyakit Tidak Menular (PTM), 29 Agustus 2019 Laporan Ketua Panitia (dr. Lisa ) Penyelengara Seminar PTM   Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah ganguan kesehatan yang bukan disebabkan karena infeksi akut, permasalahan dari PTM kemudian adalah konsekuensi jangka panjang yang ditimbulkannya, PTM tidak dapat diselesaikan secara langsung tapi harus dimulai dari faktor risiko. Dalam paparan kali ini dr.Dyah Purnamasari , Sp.PD KEPMD membahas hanya pada pada masalah obesitas, syndrome metabolic dan DM. Paparan selanjutnya oleh Alhadi Bustamam, PhD mengenai pemanfaatan Aritficial Intelligence (penggunaan jaringan syaraf tiruan untuk prediksi PTM). Dua makalah kunci tersebut membuka kegiatan sesi 1 seminar Ilmiah Penyakit Tidak Menular hari ini dan ada 7 makalah lain mengenai PTM, salah satu output dari kegaitan seminar ini adalah bisa tersusunnya prosiding. Ka.Bidang Biomedis (dr. Masri Sembiring Maha) Mewakili Kapuslitbang BTDK membuka acara seminar   Peserta seminar selain dari lingkungan Badan Litbangkes juga dari Universitas dan institusi lain   Dua pemakalah kunci dalam seminar : dr.Dyah P, Sp.PD KEMD (Update Terapi Diabets di Indonesia, dari FKUI) dan Alahadi Bustamam,PhD (Pengunaan Jaringan Syaraf Tiruan untuk Prediksi PTM dari  FMIPA UI)            - Wednesday, 28 August 2019 14:10
Seminar Penelitian Sel Punca, 28 Agustus 2019 Prof. drh.Arief Boediono, PhD. sedang menyampaikan materi Penyimpanan Sel Punca dan Conditioned Medium (CM)    Sel punca atau stem cell merupakan cara pengobatan terbaru untuk berbagai penyakit, seperti kanker dan penyakit degeneratif, sel punca berperan sebagai bahan transplantasi (menanam sel sel sehat untuk mengantikan sel sel yang rusak) itulah yang di paparkan oleh 7 narasumber pada acara seminar sel punca yang diadakan oleh Puslitbang PBTDK pada hari ini (28/08/2019) di gedung Teater Acara dibuka oleh Kapuslitbang BTDK (Dr.dr.Vivi Setiawaty, M.Biomed) acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan IPB.     Penyerahan Cindertama dari Ka.Bidang Biomedis kepada Dekan FKH. IPB   dr.Feda Anisah Makiyah, SpBS., M.Kes mendapatkan penghargaan sebagai pemakalahterbaik dengan judul makalah "Isolation of Rat's Bone Marrow from Chronic Stroke animal model:Possible and safe step to autologous transplantation   - Wednesday, 28 August 2019 08:40
Penelitian Kohort Tumbuh Kembang Anak, 19-26 Agustus 2019 Pengambilan sample darah pada anak balita  Kegiatan penelitian kohor Biomedis PTM dan TKA   yg dilaksanakan oleh BPTDK sdh memasuki tahun ke 2. Wilayah terpilih adalah 5 kelurahan di Kota Bogor  sebagai  tempat dari penelitian kohor ini. pada tahun 2019 ini direncanakan sebanyak 1030 responden balita dan 40 ibu hamil berpartisipasi dalam penelitian kohor TKA dan 1800 responden dewasa sebagai responden kohor PTM yg akan dilaksanakan pada bulan september dan akan terus  di pantau sampai masa penelitian berakhir. Diharapkan hasil dari penelitian  kohor ini dapat diketahui faktor risiko gangguan tumbuh kembang anak dan faktor risiko PTM. Kepala Puslitbang BTDK (Dr.dr.Vivi Setiawaty, M.Biomed) mengunjugi lokasi penelitian   Wawancara dengan responden (Bumil) untuk mendapatkan informasi konsumsi terakhir Balita     - Tuesday, 20 August 2019 09:54
Triycle project: membangun sistem surveilan resistensi antimikroba, 16 Agustus 2019     Kegiatan Global Antimicrobial Surveillance Extended Spectrum Beta Lactamase E.coli (Triycle project) merupakan survei AMR global yang menggunakan pendekatan One Health. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem surveilan resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistence/AMR) di sektor manusia, hewan, dan lingkungan. Sebagai koordiantor kegiatan ini adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional Indonesia (Balitbangkes) dalam hal ini Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (PBTDK) yang berjasama dengan Balai Veteriner (Kementerian Pertanian) dan Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, Serpong (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dengan dukungan dari WHO Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kegiatan global yang pada awalnya melibatkan beberapa negara saja antara lain Indonesia, Pakistan, Ghana, Madagaskar dan Malaysia. Saat ini beberapa negara lain mulai turut serta mengimplementasikan surveilans ini seperti Yordania, Maroko, Sudan, Zimbabwe, Burkina Faso, dan Kamerun. Indikator yang dipantau dalam surveilan ini yaitu bakteri Escherichia coli yang resisten terhadap antibiotik golongan betalaktam. Pada tahap awal surveilan ini bertujuan menentukan proporsi dan besaran masalah E.coli ESBL pada manusia, rantai makanan, dan lingkungan. Selama 5 hari PBTDK mendapatkan kunjungan monitoring dan evaluasi implementasi kegiatan Tricycle.     Selain itu pada kesempatan ini, tim WHO Head Quarter juga melatih peneliti Tricycle pengenalan WHOnet, penggunaan WHOnet, dan backlink data AMR dengan WHOnet untuk kepentingan Global Antimicrobial Resistance Surveillance System (GLASS). Sebagai pimpinan dari delegasi ini adalah Mr.Jorge Matheu Alvarez dari WHO Head Quarter, didampingi oleh Dr Sheva Keelamaru dari University of North Caroline, Prof Jaap Waagenar dari Utrecht University, Dr Manish Kakkar dari WHO SEARO dan Benyamin SIhombing dari WHO Indonesia. Pada tanggal 16 Agustus 2019 Kapuslitbang PBTDK didampingi oleh Kabid Biomedis menutup kegiatan ini. Dalam penutupannya Kapus menyampaikan terimakasih kepada tim Tricyle yang sudah berkenaan datang ke Indonesia untuk memberikan arahan tentang program Tricyle dan meminta kepada tim agar kegiatan ini juga dapat dipublikasikan sehingga pengambil kebijakan dapat terinformasikan kegiatan Tricyle yang merupakan gabungan dari beberapa Kementerian. - Thursday, 15 August 2019 08:53
Perayaan HUT RI ke 74, 15 Agustus 2019   Perayaan lomba 17 Agustusan merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh semua masayarakat Indonesia termasuk di PBTDK rutin diadakan untuk menyambut hari kemerdekaan RI. Meski ragam lomba yang diadakan dari tahun ke tahun cenderung sama, antusiasme pegawai dalam mengikutinya tidak perlu ditanyakan. Mulai dari Peneliti, OB, Litkayasa dan staf lain semuanya tidak melewatkan momen seru tiap bulan Agustus itu.  https://www.youtube.com/watch?v=ueVsQdGxXsw https://www.youtube.com/watch?v=qj8mNo0HNOw Berikut adalah sebagian dari foto foto kegiatan tersebut :  Tim Volly Ball Struktural yang dipimpin oleh Ibu Aster      Senam bersama sebelum acara dimulai   Pemenang juara I tim Bakiak   - Wednesday, 14 August 2019 10:37
Monitoring Progress Penelitian 2019, Konsorsium Penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin (DHA) Selenggarakan Rapat koordinasi, Depok, 7 – 9 Agustus 2019. Monitoring Progress Penelitian 2019, Konsorsium Penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin (DHA) Selenggarakan Rapat koordinasi, Depok, 7 – 9 Agustus 2019.   Kerjasama penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Malaria Dihidroartemisinin sudah menginjak tahun ke 6, penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbangkes, LIPI, Kementerian Pertanian dan Indofarma ini dilaksanakan untuk mendukung kemandirian bahan baku obat dan produksi obat dalam negeri. Bertempat di Depok, Jawa Barat, 7 – 9 Agustus 2019, Konsorsium penelitian melaksanakan rapat koordinasi untuk saling memaparkan progress penelitian yang mereka lakukan sebagai bahan evaluasi dan perencanaan tahap penelitian selanjutnya.   Gambar 1. Anggota Tim Konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat DHA Dalam rapat koordinasi ini, LIPI melaporkan untuk proses ekstraksi artemisia annual L sudah established dengan ekstraktor kapasitor 50 L, sementara PT Indofarma juga menyampaikan progress penelitian dimana sudah melakukan reformulasi tablet dan sudah melakukan eji bio ekivalensi skala pilot dengan hasil tidak bio ekivalensi, namun tetap akan dilanjutkan ke uji bio ekivalensi full study dengan memperketat kriteria inklusi subyek. Gambar 2. Paparan Ketua Pelaksana Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Malaria DHA     Gambar 3. Anggota Konsorsium Penelitian saat menanggapi Paparan Progress Penelitian Rapat koordinasi ini juga membahas Penyelesaian Perjanjian dan Kerjasama, Bahan Penelitian, roadmap konsorsium 2020 – 2024, dan juga persiapan penyusunan Proposal penelitian tahun 2020. (MHP) - Thursday, 08 August 2019 11:50

Who's online

We have 15 guests and no members online

Informasi Berkala

2019


Global Antimicrobial Resistance Surv.System

SK Dirjen Yankes (Penetapan NRL)
Manual GLASS Ver.Inggris
Manual GLASS Ver Indonesia
Pedoman Entry Data
- Template Pelaporan 
- GLASS Workshop and Training
- Foto Kegiatan GLASS
-
 GLASS Website

Tricyle Project

- ESBL E.Coli Tricylce Projct
  in Indonesia

Materi Seminar/Pelatihan

Pelatihan Info Grafis hasil penelitian

Seminar Penyakit Tidak Menular

Seminar Sel Punca

Lokakarya Pengiriman Dangerous Good Melalui Udara

 

2018
Perjanjian Kinerja (2018)
Profil Puslitbang BTDK (2018)
Laporan Kinerja/LKj (2018)
Laporan Tahunan (2018)
Renja Puslitbang BTDK (2018)
RKT Puslitbang BDK (2018)
Rekomendasi Kebijakan (2018)
Realisasi Anggaran TW I (2018)
Realisasi Anggaran TW I I (2018)
Realisasi Anggaran TW III  (2018)
Realisasi Anggaran TW IV( 2018)

 

2017
 

Perjanjian Kinerja (2017)
Profil Puslitbang BTDK (2017)
Laporan Tahunan (2017)
Laporan Kinerja/LKj (2017)
Realisasi Anggaran TW I (2017)
Realisasi Anggaran TW II (2017)
Realisasi Anggaran TW III (2017)
Realisasi Anggaran TW IV (2017)
Rekomendasi Kebijakan (2017)
Rencana Aksi Program Badan Litbang Kesehatan (2017)
Laporan Tahunan (2017)
Laporan Tahunan Laboratorium (2017)
Laporan Tahunan PPI (2017)

2016
Rekomendasi Kebijakan (2016)
Rencana Aksi Program Badan Litbang Kesehatan (2016)
Penetapan Kinerja (2016)
Profil Pusat BTDK (2016)
Laporan Tahunan (2016)
Laporan Tahunan Laboratorium (2016)
Laporan Tahunan PPI (2016)
Laporan Kinerja (2015)
Laporan Kinerja  (2016)
RKA KL (2016)
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (2016)
Rencana Aksi Kegiatan (2016)
Realisasi Anggaran TW I (2016)
Realisasi Anggaran TW II (2016)
Realisasi Anggaran TW III (2016)
Realisasi Anggaran TW IV (2016)
Renja Puslitbang BTDK
 (2016)
RKT Puslitbang BTDK (2016)

 

 

 

 

Dua Jurnal Terakreditasi Kemenristek Dikti (Sinta 2)

Jurnal Biotek Medisiana Indonesia
Jurnal Kefarmasian Indonesia
1215683
Today
Yesterday
This Week
Total
258
1084
5940
1215683

Kegiatan Oktober 2019

Pameran Balitbangkes pada Hari Museum, 11-13 Oktober 2019
Harmonisasi Puslitbang BTDK bersama dengan Joko Angklung, 9 Oktober 2019
Diseminasi : Implementasi Indonesia National Antimicrobial Surveillance System, 26-27 September 2019
Forum Riset Life Science Nasional (FRLN), 26 September 2019
Lokakarya Biosafety Cabinet (BSC) untuk Enginer, 23-26 September 2019
Studi Kohor Biomedis Faktor Risiko PTM, Bogor, September 2019
Indonesian Health Tech Innovation, Jakarta 10-11 September 2019