Berita Terkini:
Penelitian Tahap I TKPI di lima kota (Bogor,Medan, Makassar, Bandung dan Surabaya, 23 Okt-1 November 2017 Penelitian Tahap I Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI)    Direktur Poltekes Dra. Ida Nurhayati, M.Kes (tengah) berkesempatan hadir untuk membuka kegiatan    (Medan/Okt) Pengembangan TKPI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia) saat ini dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan bekerjasama dengan Poltekes Kemenkes  di 5 kota yang tersebar di 4 provinsi  (Sumut, Sulsel, Jatim dan Jabar). Salah satu tujuan Kegiatan ini adalah untuk memperbarui TKPI sebelumnya.  TKPI yang ada saat ini belum mencakup semua bahan makan yang dikonsumsi penduduk Indonesia dan hanya berisi informasi 20 jenis zat Gizi. Pada tahun 2014 dilakukan Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) yang hasilnya  menyatakan bahwa 75.32% jenis makanan yang dikonsumsi belum tercantum TKPI dan banyak jenis makanan yang belum  memiliki kandungan zat gizi lengkap.         Salah satu kegiatan (packing) yang dikerjakan Tim TKPI (Lok: Poltekkes Medan - Jur.Gizi)       Bogor, Medan, Makassar, Bandung dan Surabaya menjadi sasaran kegiatan pengembangan TKPI kali ini. Sampai berita ini ditulis kegiatan masih berlangsung hingga tanggal 1 November mendatang.  Sesuai rencana Tim akan melaksanakan kegiatannya Selama 6 hari (27 Oktober - 1 November) tim yang dibentuk mengumpulkan beberapa bahan makanan dan kemudian didistribusikan  kepada kelompok ibu rumah tangga untuk diolah, kemudian hasil dari olahan tersebut di kirimakan kembali ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.          Tim TKPI Medan (Badan Litbangkes dan Poltekkes Medan (Jur.Gizi)   Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh data komposisi kandungan zat gizi, data bagian dapat dimakan (BDD) dari bahan makanan dan lebih lanjut informasi dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi  perumusan kebijakan kesehatan yang berkaitan dengan penentuan asupan dan konsumsi serta status gizi baik individu maupun populasi dan bagi sektor pertanian bisa dijakan sebagai dasar pembuatan kebijakan penelitian dibidang budidaya pertanian.       Ria Soekarno, SKM, MCN (Sekretaris Badan Litbangkes) berkesempatan   hadir mengunjungi tim peneliti di Poltekkes Medan (gizi) di Lubuk Pakam        Pasar Simpang Limun, Medan. salah satu tempat yang dijadikan sampling dalam peneltiian TKPI.             - Monday, 30 October 2017 10:29
Pertemuan Lintas Program Bidang Pelatihan di Lingkungan Kemenkes, 11-12 Oktober 2017   Seiring dengan amanat undang-undang No.5 Tahun 2014 tentang aparatur Sipil Negara yang diperkuat dengan Peratutran Pemerintah No. 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai Negeri Sipil mengenai jaminan bahwa setiap PNS mendapatkan hak pengembangan kpmetensi setiap tahun dalam pengembangan kariernya minimal 20 Jam Pelajaran (JP) perTahunnya, maka pada tanggal 11-12 Oktober 2017 dilakukan pertemuan lintas program bidang pelatihan di lingkungan kementerian kesehatan. Adapun penyelenggara kegiatan adalah Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPPSDMK). Pertemuan tersebut dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Cilandak – Jakarta.      Pertemuan ini diresmikan oleh Kepada BPPSDMK dan diisi oleh 4 orang narasumber yaitu Ibu Reni Suzana (Lembaga Administrasi Negara); Bapak Supardiana (Kemenpan Reformasi Birokrasi); Bapak Nusli Imansyah (BPPSDM) dan Ibu Eni Mulat Susanti (BPPSDM).  Pada pertemuan ini diundang Satuan Kerja di Lingkungan Badan Penlitian dan Pengembangan dan Juga Satker di Lingkungan BPPSDM serta satker dilingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkes. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar diwakilkan oleh Tri Kusbiyanti, S.Kom (Bag. Kepegawaian) dan Subangkit, M.Biomed (Tim Biorisiko Divisi Pengembangan Pengawai).     - Sunday, 29 October 2017 15:06
Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2017 Persatuan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia, 13-14 Oktober 2017 Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2017 Persatuan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia“From Basic Microbiology to Clinical Applied, Approaches to New Technologies in Microbial Diagnostic. Acara PIT PAMKI 2017 ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk para ahli mikrobiologi klinik. Ahli mikrobiologi klinik menyediakan informasi yang berguna untuk mebantu kinisi membuat diagnosis dan mengkonfirmasi suatu diagnosis. Informasi yang disediakan lab mikrobiologi juga akan mempengaruhi keluaran pasien. Begitu juga dengan permasalahan resistensi mikroorganisme terhadap antibiotika juga sudah mendunia tak terkecuali di Indonesia beberapa dekade ini, sehingga peranan ahli mikrobiologi sangat diperhitungkan untuk membantu mengatasi masalah-masalah ini. Simposium PIT PAMKI kali ini dilaksanakan di Hotel Pangeran Beach, Padang, Suamtera Barat pada tanggal 13-14 Oktober 2017. Kegiatannya berupa simposium, kuliah dan diskusi, poster dan presentasi oral. Topik yang dibawakan pada simposium yaitu mikrobiologi diagnostik pada era BPJS, teknologi baru untuk identifikasi patogen, bagaimana mengatasi patogen MDR dan XDR, Lab TB diagnostik, Meliodosis dari aspek epidemiologi dan klinis , serta deteksi mekanisme resistensi antibiotika.     Pada kesempatan ini, dr. Mursinah, SpMK dan dr. Herna, SpMK mewakili Puslitbang BTDK. dr. Mursinah membawakan presentasi oral pada tanggal 14 Oktober 2017 dengan topik “Genotipe KLB Campak di Manokwari Selatan, Papua Barat. Sedangkan dr. Herna membawakan poster yang bejudul “Titer Antibodi Virus Polio pada Staf yang Terkait Laboratorium Nasional Polio”.      Acara 2 hari tersebut banyak memberikan informasi dan pengetahuan baru bagi para ahli mikrobiologi klinik. Semoga ke depan, peranan ahli mikrobiologi menjadi sangat penting terutama dalam kontrol infeksi, resistensi antibiotika serta membantu kesembuhan pasien di RS serta kebijakan pemerintah.   - Sunday, 29 October 2017 14:50
Pelatihan software Mendeley, 10 Oktober 2017 Artikel ilmiah terutama Jurnal merupakan hal yang wajib dibaca oleh setiap peneliti untuk memperkuat dan meperkaya wawasan tentang ilmu pengentahuan yang ditekuninya. Penelurusan dan penulisan referensi artikel menjadi sangat penting agar memudahkan dalam proses pembuatan artikel atau jurnal. Dalam rangka peningkatan kapasitas dan kemampuan peneliti terutama Penelurusan dan penulisan referensi  maka pada tanggal 10 Oktober 2017 bertempat di Aula Puslitbang Biomedis dan Tekdakes dilaksanakan pelatihan penelurusan dan penulisan referensi dengan menggunakan Aplikasi Mendeley.     Pelatihan internal ini diremsikan oleh Dra. Sarwo Handayani, M.Sc selaku ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPI) Puslitbang Biomedis dan Teknologi dasar kesehatan. Dra Efriwati, M.Si didapuk sebagai narasumber.  Adapun peserta pelatihan adalah peneliti di Puslitbang Biomedis dan Tekdakes. Sesi pelatihan dilakukan dengan melalui 2 pendekatan yaitu sesi ceramah dan praktikum langsung dengan menggunakan komputer. - Saturday, 28 October 2017 15:09
Peningkatan Kapasitas Pemeriksaan PCR dan Perawatan Biosafety Cabinet bagi Petugas Laboratorium B/BTKL-PP Ditjen P2P, Kemenkes RI, 4-8 September 2017 Penyakit berpotensi wabah masih menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi 23 penyakit berpotensi wabah yang dipantau melalui sistem surveilan terpadu. Kementerian Kesehatan juga telah mengembangkan IHR core capacities untuk deteksi dan respon cepat terhadap EID (Emerging Infectious Disease). Laboratorium memegang peranan penting dalam mengidentifikasi agen penyebab penyakit dengan cepat dan tepat untuk memastikan pengendalian penyebaran penyakit secara efektif, terutama penyakit yang berkaitannya dengan kejadian wabah dan penyakit infeksi baru (New Emerging Infectious Disease) serta dalam pengambilan keputusan berbasis data pemeriksaan untuk kontrol dan respon cepat EID.  Untuk memperkuat kapasitas laboratorium pelaksana di lingkungan Kementerian Kesehatan terutama Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) maka Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) pada tanggal 4-8 September 2017 menyelenggarakan training Peningkatan Kapasitas Pemeriksaan PCR dan Perawatan Biosafety Cabinet (BSC) bagi petugas B/BTKL-PP dengan narasumber dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar selaku Laboratorium Rujukan Nasional untuk penyakit EID sesuai dengan Permenkes 658/2009  Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari 10 laboratorium B/BTKL-PP di Indonesia. Materi training dikoordinasikan bersama panitia kegiatan oleh dr. Ni Ketut SusilariniM.S dan Dr. dr. Vivi SetiawatyM.Biomed. Adapun materi yang disampaikan kepada peserta adalah penjelasan mengenai Biosafety dan Biosecurity Laboratorium, penjelasan tentang salah satu penyakit EID yaitu Influenza dan berbagai metode pemeriksaannya, manajemen spesimen, logistik dan pemeliharaan alat serta pemeriksaan PCR sampel EID oleh tim narasumber yaitu : dr. Ni Ketut Susilarini M.S, Kartika Dewi PuspaS.Si.,Apt, Hartanti Dian IkawatiS.Si, Hana Apsari PawestriM.Sc,Ririn RamadhanyPh.D dan AgustiningsihM.Biomed Sc. Sesi kuliah diselenggarakan di Hotel Mercure Cikini dan sesi praktik untuk pemeliharaan BSC dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati Puslitbang BTDK. Sesi Praktek dipandu oleh tiga fasilitator yaitu dr. Ni Ketut SusilariniMS, BudiyantoS.T dan Alwi Hasbullah,Amd.  Para peserta sangat antusias saat mengikuti sesi pelatihan dan belajar banyak hal baru terkait pemeriksaan PCR. Harapan ke depan, dapat diselenggarakan pelatihan serupa dengan menambahkan materi praktek untuk pemeriksaan PCR sehingga pengetahuan yang didapatkan akan lebih komprehensif. (HDI, KDP, AGT, VS) - Monday, 16 October 2017 19:41
SEAR/WPR Biregional Laboratory Training and Capacity Building Workshop for Molecular and Serological Diagnosis of Japanese Encephalitis, Zika and other Arboviruses, 4 Agustus 2017 Association of Public Health Laboratories (APHL), bekerja sama dengan Center for Disease Control (CDC) dan World Health Organization (WHO) menyelenggarakan pelatihan berjudul “SEAR/WPR Biregional Laboratory Training and Capacity Building Workshop for Molecular and Serological Diagnosis of Japanese Encephalitis, Zika and other Arboviruses” selama lima hari di Manila, Filipina pada tanggal 30 Juli-4 Agustus 2017. Materi pelatihan ini meliputi diagnosis laboratorium JE, Zika dan Arbovirus lain disampaikan dengan metode kuliah (lecture) dan praktek laboratorium (hands-on).Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan laboratorium rujukan JE di South East Asia Region (SEARO) dan Western Pasific Region (WPRO). Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirim Hartanti Dian Ikawati sebagai perwakilan untuk hadir dalam pelatihan ini. Pelatihan diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman peserta tentang pemeriksaan JE dan Zika. Selanjutnya, para peserta diberikan update mengenai kemajuan dan tantangan dalam pengendalian JE dan update jaringan laboratorium WHO JE di SEARO maupun WPRO. Setiap peserta dari 24 laboratorium JE kedua regional juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan update mengenai kegiatan surveilan JE termasuk pengujian laboratorium, surveilans vektor, jumlah dan distribusi kasus JE, manajemen data surveilan JE serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan surveilan JE di negara masing-masing. Pada akhir pelatihan, diharapkanpara peserta memiliki kapasitas dan pengetahuan teknis untuk melakukan uji IgM-ELISA JE dan Zika serta melakukan pemeriksaan Zika dengan metode Trioplex berdasarkan prosedur standar WHO dan dibekali panel Proficiency Test untuk diperiksa dan dikirimkan hasilnya ke WHO dan CDC  - Monday, 09 October 2017 19:58
Pelatihan PCR Genotyping Campak dan Rubella serta Deteksi Mycoplasma pada Sel Kultur dengan Metode PCR, BBLK Surabaya, 15-17 Mei 2017 Selama 2 hari (15-17 Mei 2017) Puslitabng BTDK mengadakan pelatihan Cycles Sequens dan Deteksi Mycoplasma secara PCR bagi jejaring lab. Polio dan Campak.  Pada hari pertama (15/05/2017) diawal dengan paparan dari PT.Biofarma mengenai PCR Sequencing virus Campak dan Rubella. Dilanjutkan dengan praktek langsung di lab. (hands on) melakukan elektroforesis gel untuk pemrosesan amplikon virus Campak yang positif ditandai dengan terdeteksi pita DNA pada band tertentu. Purifikasi DNA dan tahap PCR siklus sekuensing virus Campak. Pada hari kedua (16/05/2017) Kegiatan lanjutan dengan melakukan proses yang sama pada hari pertama dengan mendeteksi virus Rubella yang positif.  Dilanjutkan dengan presentasi dengan narasumber dari PT. Biofarmamengenai deteksi Mycoplasma menggunakan metode PCR konvensional. Berikutnya praktek langsung ke lab untuk membuat standar screening  sel kultur rutin yang digunakan di lab. Polio dan Campak (cellines screening ). Kemudian pada hari terakhir  (17/05/ 2017) Praktek di lab. dengan melakukan elektroforesis gel untuk Mycoplasma dengan sel RD, L20B dari Vero Slam (VS). Dilanjutkan dengan diskusi kelompok menghasilkan kesimpulan dan penutupan acara pelatihan. - Tuesday, 11 July 2017 12:09
Packaging and Shipping for Respiratory and CSF Specimen Training Course Vietnam 10-12 April 2017        The Association of Public Health Laboratories (APHL), United State Center for Disease Control and Prevention (CDC) dan Ministry of Health Thailand sebagai bagian dari Global Health Security Agenda (GHSA) mengadakan pelatihan pengepakan dan pengiriman untuk Respiratory dan CSF spesimen pada tanggal 10 – 12 April 2017 bertempat di Hilton Hotel Hanoi Vietnam. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah menyampaikan informasi dan praktek mengenai pengambilan, pengepakan dan pengiriman spesimen yang berfokus pada rantai dingin dan mengikuti persyaratan International Air Transport Association (IATA) untuk spesimen saluran pernafasan (respiratory) dan Cairan Otak (Spesimen CSF).       Narasumber Pelatih dan Instruktur pada kegiatan ini adalah dari PHL dan CDC-Atlanta. Konsep yang diterapkan pada pelatihan ini adalah adalah International Best Practise dengan mengedepankan praktikum; diskusi dan sharing pengalaman masing-masing negara ditambah paparan materi dari narasumber.  Adapun Peserta yang hadir berjumlah 15 orang dari 4 negara yang berbeda yaitu Indonesia; Bangladesh; Pakistan dan Vietnam. Laboratorium Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dalam hal ini mengirimkan 2 orang staff Laboratorium untuk mengikuti pelatihan ini yakni Arie Ardiansyah Nugraha dan Subangkit. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, kedua orang tersebut dinyatakan lulus memenuhi syarat sebagai pelatih pengepakan sesai dengan standar regulasi IATA.   - Tuesday, 11 July 2017 11:24
GHSA Scorecard Review Meeting, Jakarta, 15 Juni 2017         Sesi Photo bersama kegiatan GHSA Scorecard Review Meeting, Double Tree Hotel  - Jakarta 15 Juni 2017. Budiyanto, ST (urutan berdiri ke-2 dari sebelah kiri);Irene Lorinda I,PhD (urutan berdiri ke-2 dari sebelah kiri) dan Subangkit (urutan berdiri paling kanan)         Sebagai tindak lanjut dari komitmen Indonesia dalam Global Health Security Agenda (GHSA) dalam upaya meningkatkan kapasitas negara untuk menghadapi kemungkinan ancaman pandemi penyakit, sebagai dampak dari globalisasi. Maka pada tanggal 15 Juni 2017 bertempat di Hotel Double Tree Jakarta diadakan pertemuan Review GHSA Scorecard dengan pembicara Samantha Dittrich (APHL – Washington DC). Pertemuan ini terselenggara atas kerjasama Kemenkes RI (Ditjen P2P) dan CDC – APHL (Association of Public Health Laboratories). Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari P2P (subdit SKK); BBTKL Jakarta; CDC-Atlanta Representatif. Sementara Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirimkan 2 orang wakilnya dalam pertemuan tersebut yaitu Irene Lorinda I,PhD (Peneliti) Subangkit,M.Biomed (Staff Laboratorium), serta Budiyanto, ST (Mekanikal Engeneering Lab. PBTDK)          Adapun Pertemuan ini merupakan Pertemuan Perkenalan/Sosialiasi GHSA Scorecard yang merupakan Tool (alat) untuk mengidentifikasi Sistem Respon Jejaring Laboratorium dengan mengadopsi sistem Penilaian (assesment) menyeluruh tentang kemampuan Core Capabilities yang dibutuhkan untuk mencapai semua standar laboratorium sesuai dengan global health security Agenda (GHSA). Terdapat 9 Core Capabilities yang dkur dalam Tools Ini diantaranya  1. Political, legal, regulatory, and financial framework; 2.Structure and organization of the laboratory network; 3. Coverage and Rapid Response; 4.Laboratory Information; 5. Infrastructure; 6.Laboratory Workforce; 7. Quality of Laboratory Services; 8. Biosafety and Biosecurity; 9.Priority Diseases. Setiap Core Capabilities terdiri dari komponen yang nantinya akan dijabarkan menjadi pertanyaan yang relevan dengan penilaian pertanyaan berdasarkan skoring maturitas dengan tingkatan 0-5 (nilai ) untuk yang paling rendah sedangkan nilai 5 untuk yang paling tinggi. Hasil Assesment nantinya akan didapatkan secara kuantitatif serta melihat kelemahan setiap Core Capabilities (melalui sistem skoring). Tools ini sudah diaplikasikan di Uganda tahun 2016. - Tuesday, 11 July 2017 11:11
Pelatihan penatalaksanaan penatalaksanaan spesimen penyakit berpotensi wabah di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Jakarta, 16 Mei 2017   Salah satu upaya yang dilakukan oleh indonesia dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit berpotensi wabah diantaranya adalah meningkatkan deteksi dini pertemuan kasus dengan melakukan pemeriksaan berbasis laboratorium melalui surveillans berbasis kejadian di Jajaran Dinkes Propinsi dan Dinkes Kab/Kota. Laboratorium merupakan salah satu ujung tombak penegakan diagnosa, untuk  kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit berpotensi wabah. Adapun persiapan laboratorium diantaranya yang terpenting adalah sumber daya manusia. Oleh karenanya di butuhkan pedoman terstandar (SOP) terkait penatalaksanaan spesimen penyakit berpotensi wabah.     Berkenaan dengan hal tersebut pada tanggal 16 Mei 2017 Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat menyelenggarakan pelatihan penatalaksanaan spesimen penyakit berpotensi wabah dengan peserta dari Rumah Sakit dan Puskesmas yang tersebar diwilayahnya dengan  Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar (PBTDK) sebagai Narasumber kegiatan tersebut. Kambang Sariadji, M.Biomed (PJ Laboratorium Bakteriologi PBTDK) memberikan materi berupa penatalaksanaan Spesimen penyakit berpotensi wabah kausal bakteri (Difteri, Antraks, Pertusiss, Leptospirosis, dll) Sedangkan  Subangkit, M.Biomed (Peneliti PBTDK) memberikan materi berupa penatalaksanaan Spesimen penyakit berpotensi wabah kausal virus (Flu Burung, MERS-Cov, Polio, Campak, Penyakit Kuku dan Mulut (HFMD), dan Chikungunya)   - Tuesday, 11 July 2017 04:25
Introduction to Biological Safety Cabinet Technology: User’s Essensials Workshop” 4-6 Juli 2017 Nonthaburi- Thailand.   Sesi Photo bersama kegiatan “ Introduction to Biological Safety Cabinet Technology: User’s Essensials Workshop” Richmond Stylish Convention Hotel, Nonthaburi. Thailand, 4-6 Juli 2017. Budiyanto, ST (urutan berdiri ke-1  dari sebelah kiri); Alwi Hasbullah, amd (urutan berdiri ke-1 dari sebelah kanan).   Biosafety dan Biosecurity telah menjadi perhatian global dan telah dinyatakan dalam isu-isu dalam WHO Internasional Health Regulation, dan Global Health Security Agenda (GHSA). Kanada adalah Leading Country untuk paket GHSA Prevent-3 dalam Paket Biosafety dan Biosecurity dan Thailand adalah Leading Country untuk Detect-1 National Laboratory System yang salah satu kegiatan dalam paket tersebut adalah untuk memberikan dukungan untuk Biosafety. Dalam hal ini, Department of Medical Sciences, Ministry of Public Health of Thailand telah diberikan oleh GPP (Global Partnership Program) untuk melaksanakan proyek yang berjudul “Biosafety engineering and control for health laboratories in ASEAN”. Kerjasama ini tidak hanya mempromosikan kerjasama jangka panjang antara Thailand dan Kanada dalam bekerja sama menuju tujuan GHSA namun juga berfungsi sebagai target langsung paket Prevent 3 sebagai pengembangan Biosafety di kawasan ASEAN.  Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Thailand untuk pengembangan Biosafety di kawasan ASEAN adalah Menyediakan Workshop pengenalan teknologi BSC (Biosafety Cabinet) untuk negara anggota ASEAN. Workshop tersebut dihadiri Perwakilan dari negara Indonesia, thailand, Filipina, Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Laos. Indonesia sendiri diwakili Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirimkan 2 orang wakilnya dalam pertemuan tersebut Budiyanto, ST dan Alwi Hasbullah, amd.  Adapun Pelatihan ini merupakan pelatihan pengenalan mengenai BSC dan pengenalan mengenai sertifikasi BSC. Seperti yang kita ketahui Untuk memastikan bahwa peralatan BSC bekerja dengan benar, BSC perlu menjalani perawatan dan sertifikasi ulang secara teratur. Proses ini biasanya dilakukan oleh perusahaan swasta yang menjual peralatannya. Namun, hasil dari US-CDC-Thailand mengenai sertifikasi BSC menunjukkan bahwa hanya 30% dari BSC yang dapat lulus sertifikasi dengan standar AS-NSF / ANSI49. Berbagai masalah diidentifikasi seperti pemasangan yang salah, sertifikasi yang tidak semestinya, kurangnya pemahaman pengguna, dan lain-lain. Untuk mengatasi masalah ini, pengguna BSC harus memiliki pengetahuan tentang Biosafety Engineering Control. Selanjutnya, pengguna harus bisa memantau kinerja sub kontraktor yang menjual, mengesahkan dan merawat BSC. Workshop ini terdiri beberapa bagian dari dimulai dari pengetahuan dasar sampai menengah yang dirancang untuk orang yang berencana untuk terbiasa dengan prosedur sertifikasi BSC sesuai standar NSF / ANSI 49 dan EN12469. pelatihan langsung diberikan kepada peserta untuk memahami sepenuhnya semua langkah dalam sertifikasi BSC. Juga perbedaan antara sertifikasi BSC tipe A dan tipe B dibahas secara rinci. Kursus ini berfokus pada rincian prosedur sertifikasi BSC dan bagaimana setiap parameter dapat diuji. Selain itu, peralatan yang disiapkan, persyaratan penggunaan dan kalibrasi dibahas secara rinci. - Monday, 10 July 2017 10:59
Halal Bihalal Idul Fitri 1437 H, 3 Juli 2017 Halal Bi Halal Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan   Halal Bihalal merupakan tradisi rutin pasca libur lebaran (Hari Raya Idul Fitri) biasa dilakukan di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Tadi pagi (3/7/2017) Puslitbang BTDK mengadakan Halal Bi Halal saat hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini diselenggarakan di Lobby kantor Puslitbang BTDK sejak pukul 07.00 sampai sekitar pukul 08.00 WIB dihadiri sekitar 100 orang pegawai di lingkungan Pusltibang BTDK . Halal Bi Halal ini dihadiri Kepala Puslitbang BTDK (Prety Multihartina, PhD), beserta pejabat eselon III dan IV dibawahnya.          Penyelenggaraan Halal Bihalal ini merupakan kegiatan yang dapat membangun komunikasi antara pejabat dan staf di lingkungan Puslitbang BTDK demikian disampaikan oleh Sdr. Nanang Yunantosaat menyampaikan doa penutup pada saat acara. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menilai kedisiplinan pegawai di hari pertama kerja usai libur lebaran, sebagaimana diumumkan bahwa rekap absensi sudah harus diserahkan pada pukul 09.00 ke Biro Kepegawaian. Halal Bi Halal kali ini diisi dengan kegiatan bersalam-salaman dan foto bersama di akhir acara. Semoga acara ini akan semakin mempererat tali silahturahmi antar pegawai dilingkungan Puslitbang BTDK. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.  - Sunday, 02 July 2017 14:12
Puslitbang BTDK menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan bersama Astri Ivo, 26 Mei 2017 Hari Jum’at, 26 Mei 2017  Puslitbang BTDK kedatangan artis tahun 1980 Astri Ivo, yang sudah kini menjadi ustadzah berkesempatan hadir ditengah tengah Karyawan Puslitbang Biomedis dan TDK untuk memberikan tauziahnya mengenai datangnya bulan suci Ramadhan  pada saat pertemuan rutin bulanan dilaksanakan.  Dalam salah satu tauziahnya Ustadzah memberikan semangat  kepada seluruh karyawan bahwa bekerja bukan semata mata hanyalah bekerja tapi juga menjalankan amanah sekaligus Ibadah.   Banyaknya kejadian korupsi yang terjadi akhir akhir ini merupakan dari perwujudan dari bekerja yang tidak amanah dan rasa keserakahan yang membuat manusia lupa akan tugas dan tanggungjawabnya dan sekaligus tidak adanya rasa bersyukur sehingga merasakan dirinya selalu hidup dalam kekurangan.  Acara diakhiri dengan ramah tamah dan ditutup dengan makan bersama. - Sunday, 28 May 2017 13:55
Assesment Surveilans Komite Akreditasi Nasional di Laboratorium Farmasi Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan 21 April 2017 Assesment Surveilans Komite Akreditasi Nasional di Laboratorium Farmasi Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan 21 April 2017   Pada hari Jumat tanggal 21 April 2017, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan kedatangan Dr. Evita Boes, M.Sc, Assesor Komite Akreditasi Nasional (KAN) dalam rangka Assesment Surveilans terhadap Laboratorium Farmasi, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Laboratorium Farmasi adalah satu-satunya laboratorium di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang telah terakreditasi KAN ISO/IEC 17025:2005 Sistem Manajemen Mutu Laboratorium. Tujuan dari assesment ini adalah memastikan konsistensi penerapan  ISO/IEC 17025:2005 selama masa akreditasi.   Pertemuan Assesor KAN dengan Koordinator Laboratorium, Manajer Mutu, Manajer Teknis dan Litkayasa Laboratorium Farmasi  Assesor KAN Kunjungi Laboratorium Farmasi    Hadir dalam assesment ini adalah Drs. Bambang Heriyanto, M.Kes selaku Koordinator Laboratorium Nasional, Dra. Ani Isnawati, M.Kes, Apt selaku Manajer Teknis, Indri Rooslamiati, M.Sc, Apt selaku Manajer Mutu dan para personel laboratorium Farmasi. Dengan telah dilakukannya assesment tersebut diharapkan laboratorium Farmasi dapat terus meningkatkan kulaitas laboratorium dan mempertahankan predikat akreditasi dari KAN.    (NY)   - Tuesday, 25 April 2017 06:09
Packaging and Shipping for Respiratory and CSF Specimen Training Course Vietnam 10-12 April 2017   The Association of Public Health Laboratories (APHL), United State Center for Disease Control and Prevention (CDC) dan Ministry of Health Thailand sebagai bagian dari Global Health Security Agenda (GHSA) mengadakan pelatihan pengepakan dan pengiriman untuk Respiratory dan CSF spesimen pada tanggal 10 – 12 April 2017 bertempat di Hilton Hotel Hanoi Vietnam. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah menyampaikan informasi dan praktek mengenai pengambilan, pengepakan dan pengiriman spesimen yang berfokus pada rantai dingin dan mengikuti persyaratan International Air Transport Association (IATA) untuk spesimen saluran pernafasan (respiratory) dan Cairan Otak (Spesimen CSF). Narasumber Pelatih dan Instruktur pada kegiatan ini adalah dari PHL dan CDC-Atlanta. Konsep yang diterapkan pada pelatihan ini adalah adalah International Best Practise dengan mengedepankan praktikum; diskusi dan sharing pengalaman masing-masing negara ditambah paparan materi dari narasumber.  Adapun Peserta yang hadir berjumlah 15 orang dari 4 negara yang berbeda yaitu Indonesia; Bangladesh; Pakistan dan Vietnam. Laboratorium Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dalam hal ini mengirimkan 2 orang staff Laboratorium untuk mengikuti pelatihan ini yakni Arie Ardiansyah Nugraha dan Subangkit. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, kedua orang tersebut dinyatakan lulus memenuhi syarat sebagai pelatih pengepakan sesai dengan standar regulasi IATA.         - Monday, 24 April 2017 14:59

Who's online

We have 3 guests and no members online

Jurnal Terakreditasi LIPI

Jurnal Biotek Medisiana Indonesia
Jurnal Kefarmasian Indonesia
577557
Today
Yesterday
This Week
Total
315
582
1510
577557

Kegiatan Terbaru

Pengembangan PKPI, Medan, Bogor, Makassar, Bandung dan Surabaya, 23 Okt - 1 Nop 2017
Pelatihan K3, 23-24 Oktober 2017
Pelatihan Software Mendeley, 10 Oktober 2017
Pertemuan Lintas Program Bidang Pelatihan, 11-12 Oktober 2017
PIT PAMKI, 13-14 Oktober 2017