Berita Terkini:
Konferensi TB Science The Union, 2018. The Hague, Belanda. 23-27 Oktober 2018 Kegiatan TBScience 2018 merupakan bagian dari The Union Conference yang dilaksanakan di The Word Forum dan Marriot Hotel, The Hague, Belanda mulai tanggal 23-27 oktober 2018. kegiatan ini sendiri merupakan pertemuan ilmiah tahunan para peneliti di bidang Riset Tuberkulosis dari berbagai disiplin ilmu, khususnya mikrobiologi, imunologi, biologi molekular, farmakologi, epidemiologi dan matematika. Fokus pertemuan tahun 2018 adalah terkait pekembangan penelitian vaksin TB baru, obat baru dan alat diagnostik baru untuk program pengendalian TB di dunia. semua peneliti, pemegang kebijakan dan juga pemerhati masalah TB di seluruh dunia diundang untuk memberikan paparan hasil penelitian terbaru mereka pada sesi pleno, simposium, presentasi oral, presentasi poster dan e poster.     Pada konferensi ini, delegasi dari 125 negara anggota hadir dan memberikan paparan perkembangan riset dan program yang sudah dilakukan di masing-masing pusat studi dan negara bersama dengan pakar TB global dalam lebih dari 150 sesi konferensi yang dilakukan. Tim peneliti dari puslitbang Biomedis dan teknologi Dasar Kesehatan Litbangkes memaparkan presentasi poster dengan judul "Interferon Gamma Releasing Assay Implementation on  BCG Vaccine Effectiveness Pilot Study in Indonesia" oleh Dr. Natalie Laurencia Kipuw dan "The First Genotyping and Whole Genome Sequencing of Mycobacterium Tuberculosis From Indonesia TB Prevalence Survey" oleh Kindi Adam, M.Biotech. Penelitian TB yang dilakukan di Indonesia sejalan dengan yang sedang dilakukan diberbagai belahan dunia, khususnya jika dibandingkan yang sedang dilaksanakan di Eropa dan Amerika Serikat. Potensi perkembangan penelitian TB di Indonesia sangat besar, karena selain merupakan negara high burden TB, Indonesia juga memiliki kapasitas dan kemampuan yang memadai dalam turut berkontribusi dalam program-program dan penelitian TB secara global. peluang kolaborasi mutualisme sangat terbuka lebar, khususnya dalam pengembangan data transmisi TB, pengembangan vaksin, alat diagnostik dan obat. Tahun 2019, The Union Conferecen dan TBScience akan dilaksanakan di Hyderabad, India dengan tema "Ending The Emergency". terbuka kesempatan yang lebih luas bagi para peneliti TB di Indonesia untuk turut berkontribusi dalam konferensi tersebut. (KA) - Tuesday, 13 November 2018 09:45
Pelatihan Identifikasi Spesimen Plasmodium Malaria dengan Metode Multipleks PCR, 10-13 Oktober 2018   Malaria hingga saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakatutama di Indonesia. Tahun 2015-2017 dilaporkan sebanyak 23.000 kasusinfeksi malaria dilaporkan dengan sebagian besar kasus terdapat di Indonesia Bagian Timur. Proporsi spesies Plasmodium di Indonesia 62% P. falciparum 62% danP. vivax33%. Hingga saat ini telah banyak program yang telah dilakukan baik oleh pemerintah pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menurunkan kasus malaria, namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan.Laboratorium parasitologi Badan Litbangkes, saat ini menjadirujukan akhir untuk identifikasi Plasmodium malaria dari seluruh provinsi di Indonesia, sehingga konfirmasi hasil uji banding dari laboratorium daerah membutuhkan waktu yang cepat dan hasil yang akurat.      Seiring dengan perkembangan metode deteksi yang bergerak ke arah deteksi molekuler, maka pada tanggal 09-10 Oktober 2018 dilakukan Pelatihan Identifikasi Spesimen Plasmodium Malaria dengan Metode Multipleks PCR. Narasumber kegiatan ini adalah DR. Puji Budi Setia Asih, S.Si yang merupakan peneliti senior di bidang Malaria. Kegiatan dibuka oleh Kepala Sub Bidang PTM (dr. Nelly Puspandari, Sp.MK). - Monday, 08 October 2018 14:08
Workshop Infografis, 27-29 Sept 2018 Jum'at (28/09/2018) Sebanyak 15 infografis dihasilkan dalam workhsop tiga hari ini (27 September 2018 sampai dengan 29 September 2018). Jumlah peserta yang hadir sekitar 36 orang sebagian besar adalah penanggungjawab penelitian (PI) pada tahun 2016, 2017 dan 2018. Workshop ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas peneliti di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar dalam mendesiminasikan hasil hasil penelitiannya. Infografis merupakan hal yang relatif baru di dunia penelitian sehingga perlu diperkenalkan dan dilatihkan cara pembuatannya.       Sebagai narasumber dalam workshop ini adalah Dra. Herawati, MA dari Pusat Promosi Kesehehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ka.Bagian UDJ Badan Litbang Kesehatan dan Kepala Pengembangan Produk Digital Tempo Media Yosep Suprayogi.     Penyampaian materi yang mudah di cerna membuat para peserta lebih cepat memahami bagaimana proses pembuatan suatu infografis dari mulai penyiapan materi, sampai dengan produk infografis dibuat. Hasil dari workshop ini akan ditampilkan dalam bentuk poster dan di tempatkan di loby Puslitbang Biomedis dan Tekdaskes (MB) - Sunday, 07 October 2018 11:02
Training Mikroskopis, Kultur dan Polymerase Chain Reaction (PCR) , 24-28 September 2018 Penyakit infeksi malaria, hingga saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat di Indonesia sehingga, pemahaman dan keterampilan dalam deteksi dini malaria menggunakan berbagai metode pemeriksaan menjadi hal yang mutlak diperlukan. Bapak Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi dasar Kesehatan, Meninjau dan ramah tamah kepada peserta pelatihan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (PBTDK), Badan Litbangkes, Kemenkes RI pada tanggal 24-29 September 2018 melakukan pelatihan pemeriksaan malaria menggunakan metode mikroskopis, kultur dan Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi 7 orang peserta, terdiri dari 5 orang dari staf pengajar parasitologi FK-Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin (dr. Istiana, M. Kes, Dr. drh. Erida Wydiamala, M.Kes, Dr. dr. Meitria Syahadatina Noor, M.Kes, Lisda Hayatie, S.Ked, M.Kes dan Nanny Jaryati) dan masing-masing 1 orang dari Balai Litbang Aceh (Salmiaty Amd. AK) dan Staf Pengajar Parasitologi FK-Universitas Nusa Cendana, Kupang (dr. Dwita Anastasia Deo. M.Sc) Penjelasan Metode Isolasi DNA untuk identifikasi spesies malaria. Pelatihan dilakukan selama 5 hari (24-28 September 2018) dari pagi 08.00-16.00 WIB dengan kompetensi 25% teori dan 75% keterampilan laboratorium, seperti; 1) kemampuan membedakan spesies malaria berdasarkan morfologi dari sediaan hapusan tebal dan tipis, 2) melakukan tehnik kultur Plasmodium falciparum dan berghei serta 3) pemeriksaan PCR untuk identifikasi spesies malaria.   Penyampaian Pre-test identifikasi Plasmodium malaria dengan metode mikroskopis. Pelatihan ini dibimbing 4 staf Peneliti dan 3 staf Litkayasa Laboratorium Parasitologi serta Laboratorium Nasional, Badan Litbangkes. Selama pelatihan peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian tahapan teori dan praktikum dan kedepan sangat berkeinginan untuk melakukan kerjasama dalam bidang riset institusi maupun riset bagi mahasiswa Pasca Sarjana, karena fasilitas serta SDM peneliti yang sangat mumpuni dan kompeten dalam identifikasi Plasmodium malaria. Pelaksanaan pelatihan diakhiri dengan kegiatan, foto bersama, evaluasi materi dan uji post test. (JT). - Sunday, 07 October 2018 10:03
Pertemuan jejaring Laboratorium Polio – Campak, 12-14 September 2018 Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia telah berhasil mendapatkan sertifikasi bebas polio bersama dengan Negara-negara South East Asia Region (SEARO) pada bulan Maret 2014.Untuk itu dibutuhkan komitmen seluruh negara untuk bersama-sama melakukan upaya pelaksanaan tahapan kegiatan menuju eradikasi sehingga diharapkan pada Tahun 2020 kita dapat mewujudkan Eradikasi Polio di Dunia.Selain upaya menuju eradikasi polio yang kita lakukan, program pengendalian Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) lainnya yang menjadi target global adalah eliminasi campak serta pengendalian rubela/ Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020. Saat ini Indonesia juga sedang melaksanakan program menuju eliminasi campak, dengan upaya pelaksanaan case based measles surveillance CBMS yang dikonfirmasi berdasarkan laboratorium. Sejalan dengan program eliminasi campak, pengendalian rubela melalui surveilans rubela juga dilaksanakan secara terintegrasi dengan surveilans campak.     Kepala Puslitbang BTDK (drg. Agus Suprapto, M.Kes) membuka Kegiatan Pertemuan Jejaring Laboratorium Polio Campak     Untuk memastikan seluruh kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana dibutuhkan kerjasama tim yang terdiri dari program (dalam hal ini P2P), para ahli, dan juga dukungan Laboratorium yang berperan aktif dari seluruh rangkaian kegiatan. Mengingat pentingnya peran laboratorium dalam dukungan Surveillans Polio/Campak, maka Kementerian Kesehatan RI, mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/322/2015 tentang Penunjukkan Laboratorium Polio, Campak/Rubella di Indonesia. Dalam rangka mendukung hal tersebut diatas, maka di adakan pertemuan jejaring Laboratorium Polio-Campak/Rubella hari ini dengan tujuan membahas situasi terkini/termutakhir keadaan penyakit PD3I khususnya Polio-Campak/Rubella secara Global dan Nasional dan juga untuk meningkatkan komunikasi dan sistem pelaporan antara laboratorium dan pengawasan baik di pusat dan provinsi.     Sesi Foto Bersama Anggota jejaring Laboratorium Polio-Campak di Indonesia     Pertemuan diadakan d Hotel Mercure Cikini JakartaKegiatan ini diadakan di Hotel Acacia Jakarta pada tanggal 12 – 14 September 2018. Acara dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Adapun pesertanya adalah Kepala Laboratorium dan staf teknis laboratorium jejaring Lab. Polio-Campak (Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan; BBLK Surabaya, PT. Biofarma, BLK Jogjakarta serta BBLK Jakarta) - Thursday, 04 October 2018 15:56
Kampanye Nasional Cegah Stunting, 16 September 2018 Kampanye Nasional Cegah Stunting Salah satu peserta kampanye dari Puslitbang BTDK(Foto: AUP)   Hari ini (16/09/18) diarea care fee day lebih ramai dari biasanya, tentu saja karena hari ini merupakan pelaksanaan kampanye nasional pencegahan stunting. Apakah itu Stunting? Stunting dapat diartikan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurangnya gizi kronis, terutama pada usia 1000 tahun pertama kehidupan. Akibat minim/kurangnya asupan gizi perkembangan anak termasuk otaknya akan terhambat, kualitas hidup anakpun akan menurun. Bisa dibayangkan jika kasus ini banyak terjadi di negara kita saat ini. Beberapa tahun ke depan kita akan memiliki generasi yang mempunyai masalah dengan kecerdasan selain masalah dengan fisiknya sendiri dan ini akan menjadi beban bagi keluarga, masyarakat dan Negara. Mari bersama sama kita cegah stunting dengan memberi perhatian kepada balita dan memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting (MB)   - Sunday, 16 September 2018 01:00
Kunjungan Tim Pansus Sisnas Iptek ke Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, 14 September 2018 Kunjungan Tim Pansus RUU Sisnas dan Iptek  ke Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan SOP  sebelum memasuki Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi (PPI) dengan mengenakan perlengkapan APD (Alat Pelindung Diri) (Foto:MB) Jum'at (14/09/2018) Badan Litbang Kesehatan dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi (PPI) Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mendapat kunjungan kerja dari Ketua Pansus RUU Sinas Iptek, Kemenristekdikti (Dirjend Riset dan Pengembangan), Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan beberapa pejabat terkait lainnya.  Kunjungan diawali  pertemuan dengan Kepala Badan Litbang kesehatan bersama  pejabat eselon II di lingkungan Badan Litbang Kesehatan. Sebelum berlanjut mengunjungi Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati, tim pansus berkesempatan mengunjungi galeri penelitian Badan Litbang Kesehatan. Kepala Badan Litbang Kesehatan (dr. Siswanto) bersama rombongan berkeliling menjelaskan mengenai kegiatan penelitian dan produk produk yang dihasilkan oleh Badan Litbang Kesehatan     Galeri Penelitian Badan Litbang Kesehatan(Foto: MB) Selanjutnya tim pansus menuju Laboratorium PPI yang gedungnya terletak terpisah dari kantor Badan Litbang Kesehatan, Laboratorium PPI terletak kira kira 500 meter dari Kantor Badan Litbang Kesehatan. Gedung Laboratorium PPI berada dalam lingkungan komplek pergudangan Kemenkes.   Tim Pansus  diterima oleh Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Drg. Agus Suprapto, M.Kes. Kemudian diajak menuju ke lantai 4 sebelumnya tim  diwajibkan untuk mengikuti prosedur ketika akan memasuki laboratorium yakni menggunakan jas lab masker, cap den mengganti alas kaki. Lantai empat merupakan laboratorium influenza dimana Lab PPI ditunjuk oleh WHO sebagai salah satu NIC (National Influenza Center). Sebagai NIC Lab PPI memberikan kontribusi terhadap kandidat vaksin yang akan di produksi untuk vaksin influenza pada tahun berikutnya (MB).    Tim Pansus sedang berdialog dengan peneliti saat mengunjungi laboratorium PPI (Foto: MB) Laboratorium berikutnya adalah laboratorium polio dan laboratorium  terkahir adalah laboratorium Biosafety level 3 (BSL) 3. Sebagaimana kita ketahui laboratorium BSL 3 merupakan laboratorium yang di disain khusus untuk melakukan kegiatan penelitian terhadap virus yang berbahaya (flu burung, Mers Cov dsb). Lab BSL-3, tingkat pengamannya sudah sangat tinggi. Mulai dari peneliti yang memakai alat pelindung khusus, seperti sendal karet, baju pengaman khusus, dan masker. Selain itu, tekanan ruangan harus negatif agar semua kotoran dan kuman tidak mengalir keluar. Selain pengaturan mesin sendiri, setiap saat ada petugas kontrol yang memperhatikan suhu, kelembaban, dan tekanan di ruangan. Setiap harinya, suhu dan tekanan berbeda, sesuai dengan keperluan peneliti, sedangkan kelembaban harus dijaga jangan sampai ada jamur. Selain itu, akses masuk ke BSL-3 juga minim karena virus yang diteliti tingkat penularannya sangat tinggi. (MB)      - Sunday, 16 September 2018 00:54
Forum Life Science Nasional, 13 September 2018 Forum Riset Life Science Nasional 2018   Dr. Sunarno mempresentasikan hasil diskusi kelompok Diptheri(foto: MB)   Bertempat di Hotel Pulman Jakarta Barat pada hari Kamis 13 September 2018, Forum Riset Life Science Nasional (FRLSN) diadakan oleh Bio Farma untuk yang kesekian kalinya. Turut hadir Kepala Badan Litbang Kesehatan dan Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan beserta peneliti peneliti yang terlibat didalam konsorsium yang dibentuk untuk pengembangan vaksin. Saat ini ada beberapa konsorsium dibawah koordinasi Badan Litbang Kesehatan yang melibatkan pemerintah, universitas dan swasta sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan dalam pembukaan FRLSN bahwa Riset dan infovasi berkelanjutan perlu sinerge dari banyak pihak yang intensif agar bisa dikomersilkan.        Kepala Badan Litbang bersama dengan Menteri Ristekdikti meninjau stand pameran produk bio farma (Foto: MB)    Hadir dalam forum ini diantaranya Menteri Ristekdikti, Menteri Keuangan dan pejabat terkait lainnya. Dalam pertemuan ini juga diluncurkan prototipe kit HbsAg dan dan kit antiHBsAg yang masing - masing memiliki fungsi  untuk mendeteksi virus HbsAg dan mendeteksi keberhasilan imunisasi. kit HbsAg merupakan temuan konsorsium riset Hepatitis B yang memiliki keunggulan dibanding kit diagnostik tipe screening yang ada di pasaran, yakni mampu mendeteksi titer virus secara kuantitatif (MB)    Kepala Badan Litbang didampingi Kepala Puslitbang Biomedis dan TDK sedang memberikan arahan pada  kelompok diskusi TB. (Foto: MB)   - Sunday, 16 September 2018 00:46
Pelantikan Dr.dr. Vivi Setiawaty sebagai Kepala Puslitbang UKM, 12 September 2018 Pelantikan Dr.dr.Vivi Setiaywati sebagai Kepala Puslitbang UKM         <text error/87867>   - Friday, 14 September 2018 00:46
Pelantikan Drs. Bambang Heriyanto, M.Kes sebagai Ahli Peneliti Utama, 30 Agustus 2018 Pelantikan Drs. Bambang Heriyanto, M.Kes sebagai Ahli Peneliti Utama (APU) Pengambilan Sumpah pada saat pelantikan    <text error/87867> - Wednesday, 12 September 2018 00:33
Ritech Expo, Riau 9-11 Agustus 2018 Pameran Riset dan Teknologi (Ritech Expo) Tahun 2018 di Riau   Drg.Agus Suprapto, M.Kes (Kapuslitbang BTDK) turut hadir dalam kegiatan tersebut(Foto: MHP)  Selama 4 hari (9-12 Agustus) perwakilan satker di Badan Litbang Kesehatan hadir pada acara pameran yang diselenggarakan di Komplek Rumah Gubernur Riau pada pameran tahunan tersebut sebanyak kurang lebih  200 stan pameran dari berbagai instansi/lembaga, perguruan tinggi, Balitbang daerah, Balitbang kementerian/ lembaga, Kemenristekdikti dan sebagainya. Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (PBTDK) hadir dengan menampilkan hasil hasil penelitian yang berhubungan dengan penelitian dibidang pangan. sesuai dengan tema Ritech Expo tahun ini yakni “Inovasi pangan dan energy”. Puslitbang BTDK menampilkan hasil penelitian ACKM (Analisa Cemaran Kimia Makanan) dan pelaksanaan kegiatan TKPI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia) yang baru saja selesai dilaksanakan pada tahun 2017. Penelitian lebih lanjut akan dilaksanakan pada tahun ini.      Prof. B.J. Habibie berkesempatan hadir pada acara pembukaan RITECH EXPO 2018 Ritech Expo adalah pameran yang diselenggarakan rutin tiap tahun (pada tahun sebelumnya / 2017 diselenggarakan di Makassar). Diselenggarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan menampilkan hasil riset dan inovasi dibidang teknologi. Stunting merupakan issue yang diangkat dari booth Badan Litbang kesehatan. Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini pemerintah (Kemenkes) sangat peduli dengan kasus stunting yang mempunyai potensi akan menurunnya kualitas generasi bangsa dimasa mendatang. (MB)   - Friday, 17 August 2018 15:12
Rangkaian Peringatan HUT RI ke 73, Agustus 2018 Rangkaian peringatan HUT RI 73 :  Peresmian galeri jamu Badan Litbangkes oleh Menteri Kesehatan RI.     <text error/87867> - Thursday, 16 August 2018 15:17
Pre-Eliminary Training Pemeriksaan Laboratorium ELISA IgM Japanese Enchepalitis (JE) dan Dengue,16-19 Juli 2018 Pre-Eliminary Training Pemeriksaan Laboratorium ELISA IgM Japanese Enchepalitis (JE) dan Dengue Jakarta, 16 – 19 Juli 2018  Japanese ensefalitis (JE) adalah salah satu penyakit encephalitis yang disebabkan oleh infeksi virus JE (JEV). Mengingat bahaya dan fatalnya akibat yang dari infeksi ini maka Program (Subdit Arbovirosis Ditjen P2P) sudah melakukan Surveillans Japanese Enchepalitis berbasis laboratorium di Indonesia. Laboratorium Pusat penyakit Infeksi, Puslitbang Biomedis dan Tekdakes ditunjuk sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan JE yang telah terakreditasi oleh WHO.    Dalam rangka pengembangan surveillans JE ini maka mulai tahun 2018, Laboratorium pemeriksaan JE diperbanyak agar dan daerah cakupan wliayah lebih luas serta hasil laboratorium menjadi lebih cepat. Seiring sejalan dengan hal tersebut maka pada tanggal 16-19 Juli 2018, perwakilan staff BBTKLPP Yogyakarta, BBTKLPP Banjarbaru; BBTKLPP Surabaya dan BTKLPP Manado melakukan inisiasi pelatihan awal (Pre-Eliminary Training) teknik pemeriksaan laboratorium JE dan Dengue. Adapun Total peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :   No. Nama Instansi 1 dr. Dwi Amalia, MPH BBTKLPP Yogyakarta 2 Indaryati, S.ST BBTKLPP Yogyakarta 3 dr. Novita S. Ngurawan BTKLPP Manado 4 dr. Budianna Tombi Langi BTKLPP Manado 5 dr. Zusi L Marpaung BTKLPP Manado 6 Dewi Hermawati, SKM BBTKLPP Banjarbaru 7 Riska Yunida, Amd.AK BBTKLPP Banjarbaru 8 Yeni Puji Lestari, S.Si, Mked.Trop BBTKLPP Surabaya   Pelaksanaan kegiatan bertempat di Laboratorium Virologi, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Materi yang diajarkan seputar teknik pemeriksaan ELISA IgM, Pemeliharaan Alat, Hands-On Praktek Pemeriksaan ELISA IgM JE dan IgM Dengue, serta Pencatatan dan Pelaporan hasil pemeriksaan Laboratorium.           - Monday, 16 July 2018 08:31
Pelaksanaan Pengumpulan Data Biomedis di Kota Manado, 22 April 2018 Sudah beberapa minggu ini tim penerimaan spesimen Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan disibukkan oleh datangnya spesimen biomedis dari berbagai daerah, hampir 24 jam secara bergantian mereka menerima spesimen. Pengambilan spesimen  darah dilakukan oleh Nakesdisalah satu BS di Kota Manado (Foto: Joice L)   Tidak tanggung tanggung spesimen yang rencananya akan diterima sebesar 25,000 spesimen yang dikirim dari 416 Kabupaten dan 98 kota yang tersebar di 34 provinsi. Tenaga pelaksana puldat biomedis dan gigi serta mulut adalah enumerator, tenaga kesehatan (nakes), petugas penghubung, dan exnum yang berasal dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Tugas nakes mencakup dokter untuk memastikan ART memenuhi kriteria inklusi untuk pengambilan darah vena. Analis/perawat melakukan pengambilan darah serta bersama enumerator melakukan pemriksaan glukosa darah, hemoglobin, RDT malaria, dan pembuatan sediaan darah tebal, pengisian form biomedis serta penempelan stiker barcode. Salah satu dokter gigi sedang memberikan penjelasan hasil pemeriksaan gigi kepada responden (BS Komo Luar/ Foto: Vonny W) Pengambilan spesimen sudah di disain sedemikian rupa yang akan tiba pada hari ke-4 pada tiap Blok Sensus (BS) setelah wawancara kuesioner kesmas dilaksanakan. Sehingga pada hari libur pun kegiatan pengumpulan biomedis tetap dilakukan. Tidak terkecuali di Kota Manado. sebagaimana kita ketahui kota yang mayoritas pendudukanya beragama Nasrani ini melakukan ibadah di hari Minggu. Akan tetapi mereka berantusias untuk datang lebih pagi dan mengikuti pelaksanaan kegiatan biomedis. Jika sesuai rencana sebanyak 330 spesimen akan dikumpulkan dari 33 rumah tangga terpilih dalam blok sensus biomedis. Tiga tim disebar untuk melakukan kegiatan di 11 BS di kota Manado. Hari ini (22/04) pelaksanaan lab biomedis di daerah Sario, Komo Atas dan Komo Luar ketiganya berada di Kota Manado. Tim enumerator Kota Manado mempersiapkan keperluan untuk pembebanan (Foto : Joice L) Diharapkan data dari hasil Riskesdas ini dapat memberikan informasi pencapaian hasil pembangunan kesehatan yang telah dilakukan dan kedepaannya dapat dipakai sebagai bahan pengambilan keputusan sehingga pembangunan kesehatan dapat lebih terarah dan tepat sasaran. (/T) - Sunday, 22 April 2018 06:15
Kegiatan Magang BBTKL Jakarta di Puslitbang Biomedis dan Tekdakes Dalam rangka Pemeriksaan Laboratorium Japanese Enchepalitis (JE), 23-25 Januari 2018 Japanese ensefalitis (JE) adalah salah satu penyakit encephalitis yang disebabkan oleh infeksi virus JE (JEV). Mengingat bahaya dan fatalnya akibat yang dari infeksi ini maka Program (Subdit Arbovirosis Ditjen P2P) sudah melakukan Surveillans Japanese Enchepalitis berbasis laboratorium di Indonesia. Laboratorium Pusat penyakit Infeksi, Puslitbang Biomedis dan Tekdakes ditunjuk sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan JE yang telah terakreditasi oleh WHO.  Dalam rangka pengembangan surveillans JE ini maka mulai tahun 2018, Laboratorium pemeriksaan JE diperbanyak agar dan daerah cakupan wliayah lebih luas serta hasil laboratorium menjadi lebih cepat. Seiring sejalan dengan hal tersebut maka pada tanggal 23-25 Januari 2018, BBTKL Jakarta melakukan inisiasi pelatihan awal (Magang) teknik pemeriksaan laboratorium JE. Staff laboratorium BBTKL yang diutus berjumlah 4 orang. Adapun pelaksanaan magang bertempat di Laboratorium Virologi. Materi yang diajarkan seputar teknik pemeriksaan ELISA dan teknik pemeriksaan lab JE - Tuesday, 13 March 2018 08:07

Who's online

We have 9 guests and no members online

Jurnal Terakreditasi LIPI

Jurnal Biotek Medisiana Indonesia
Jurnal Kefarmasian Indonesia
891039
Today
Yesterday
This Week
Total
449
688
4830
891039

Kegiatan Bulan November 2018

SImposium Nasional dalam rangka HKN ke 54 , 22 November 2018
Pelantikan Dra. Ani Isnawati, M.Kes sebagai Ahli Peneliti Utama, 21 Nopember 2018
Pumcak HKN dan pemecahan rekor muri, makan bersama dengan isi piringku 18 Nopember 2018
Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Populer, 16-17 Nopember 2018
Fun Bike 25 KM, dalam rangka HKN, 11 Nopember 2018
Penghargaan untuk empat orang peneliti PBTDK dari Kementerian Kesehatan, 10 Nopember 2018
HKN Expo, ICE - BSD, 8-10 Nopember 2018
Pertemuan Koordinasi Penelitian Kemandirian Obat Malaria, Bogor, 7-9 November 2018
Workshop Vaksinologi, Pengembangan Vaksin Dengue, 29 Oktober - 2 Nopember 2018