Top Panel
Berita Terkini:
Kabadan Litbangkes Tinjau Pelaksanaan Workshop Enumerator ACKM, Yogyakarta, 9 Oktober 2014 Kepala Badan Litbangkes tinjau pelaksanaan Workshop Enumerator ACKM 2014 di Yogyakarta   Dihari kedua pelaksanaan Workshop Enumerator, Kepala Badan Litbangkes, Prof.dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), DTM&H, MARS., meninjau workshop yang sedang berlangsung di Yogyakarta. Kepala Badan Litbangkes meninjau para enumerator yang sedang melaksanakan materi praktik  yang diberikan yaitu Penerimaan Bahan, Sub Sampling, Penyiapan, Pengolahan, Komposit dan Pengemasan serta Pengepakan.   Kepala Badan Litbangkes mengamati Peserta Workshop saat pelatihan Pengolahan Kepala Badan Litbangkes memberikan arahan kepada Tim Teknis terkait pelaksanaan Riset nantinya, dalam kesempatan ini, Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama berdialog dengan para enumerator mengenai kesiapan dan pemahaman para enumerator terhadap materi-materi yang diberikan.   Kiri - Kanan : Drs.Almasyhuri,M.Si, Prof.dr Tjandra Yoga Aditama, Pretty Mulihartina,Phd, dr.Ety Kumulowati,M.Kes   Enumerator ACKM 2014 medengarkan pengarahan dari Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama  Prof.dr Tjandra Yoga Aditama juga memberikan arahan dan motivasi kepada para enumerator untuk melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin, kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan riset ini bermamfaat untuk menambah pengalaman bagi para enumerator yang berasal dari Mahasiswa dan Lulusan Poltekkes jurusan Gizi  DI Yogyakarta.     Kepala Badan Litbangkes meninjau proses persiapan dan pengepakan   Setelah meninjau kegiatan Workshop di Hotel Mutiara, Prof.dr. Tjandra Yoga Aditama lansung meninjau Kesiapan Laboratorium Pengolahan di Poltekkes DI Yogyakarta dikawasan Gamping,Sleman, Kepala Badan memeriksa kesiapan ruangan dan peralatan yang akan digunakan pada saat pengumpulan data tanggal 11 – 17 Oktober 2014 nantinya.   Prof. Tjandra Yoga Aditama saat meninjau kesiapan Laboratorium Pengolahan di Poltekkes DI Yogyakarta   Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Pretty Mutihartina,Ph.D., Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DI Yogyakarta, dr. Ety Kumulowati,M.Kes dan Ketua Pelaksana Penelitian Drs.Almasyhuri,MSi  juga ikut mendampingi Kepala Badan Litbangkes saat melaksanakan peninjauan. (MHP). - Friday, 10 October 2014 04:02
Workshop Enumerator Riset Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM) 2014, Yogyakarta, 8 - 11 Oktober 2014  Workshop Enumerator Pilot Project Riset Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM) Yogyakarta, 8 - 11 Oktober 2014   Setelah melaksanakan Pre-MOT di bulan Juni tahun 2014 dan MOT di akhir September 2014 lalu, tahapan pilot project ACKM 2014 dilanjutkan dengan pengumpulan data di DI Yogyakarta. Kegiatan awal adalah persiapan pelaksanaan pengumpulan dan penyiapan sampel dilapangan dengan melaksanakan Workshop Enumerator. Bertempat di Hotel Mutiara Yogyakarta, Rabu, 8 Oktober 2014, Sekretaris Badan Litbangkes, Ria Soekarno, SKM, secara resmi membuka workshop enumerator yang akan berlansung sampai dengan tanggal 11 Oktober 2014 dan dilanjutkan dengan pengumpulan dan penyiapan sampel sampai dengan tanggal 17 Oktober 2014. Acara pembukaan workshop enumerator ini diawali dengan Laporan Ketua Pelaksana Penelitian ACKM Drs. Almashury,M.Si.   (Kiri-Kanan) : Direktur Poltekkes Yogyakarta, Kepala Pusat Biomedis dan Tekdaskes, Sekretaris Badan Litbangkes, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DI Yogyakarta, saat pembukaan workshop   Dalam sambutan pada saat pembukaan kegiatan. Sekretaris Badan Litbangkes, Ria Soekarno, SKM, mengapresiasi partisipasi dan kontribusi mahasiswa dan lulusan Poltekkes yang ikut terlibat dalam  Riset nasional badan litbangkes. Hadir pada acara pembukaan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta dr. Ety Kumulowati  dan Direktur Poltekkes Yogyakarta Abidillah Mursyid,SKM,MS. Keduanya mengapresiasi atas dipilihnya Yogyakarta dan ikut dilibatkannya mahasiswa Poltekkes menjadi Enumerator Pilot Project ACKM 2014.   Peserta Workshop Enumerator ACKM 2014   Pada kesempatan ini, Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Pretty Multihartina, Ph.D memaparkan Konsep Dasar ACKM dan tahapan proses kegiatan pengumpulan dan penyiapan sampling kepada para Enumerator yang akan melaksanakan Workshop.   Foto bersama peserta workshop Enumerator   Tim Teknis ACKM memberikan materi kepada peserta workshop Enumerator yang ikut dalam workshop ini sebanyak 20 orang yang merupakan mahasiswa dan lulusan diploma 3 jurusan gizi Poltekkes Yogyakarta. Dalam kegiatan workshop ini diberikan materi dan praktik mengenai cara pengumpulan bahan, penerimaan, Sub Sampling , pengolahan, Komposit, pengemasan dan labeling serta pengepakan. (MHP) - Thursday, 09 October 2014 15:27
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunjungi Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan,29 September 2014 Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunjungi Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan   Senin pagi 29 September 2014, Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, berkunjung ke Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan di Jalan Percetakan Negara No.23 Jakarta Pusat. pada kesempatan kunjungannya Sekretaris Jenderal yang baru saja dilantik pada tanggal 29 Agustus 2014 ini   mendengarkan pemaparan dari Sekretaris Badan Litbangkes, Ria Soekarno, SKM, MCN terkait rencana pembangunan Menara litbangkes yang berlokasi di  Kawasan Perkantoran dan Pergudangan Kemenkes, Jalan Percetakan Negara 23 Jakarta Pusat.   Sekretaris Badan Litbangkes memaparkan rencana pembangunan Menara Litbangkes 2015   Sekretaris Badan Litbangkes menyampaikan Master plan, Konsep perencanaan, teknis relokasi pegawai pada saat pembangunan serta tahapan kegiatan pembangunan. Pada tahun 2014 tahapan kegiatan adalah penyusunan master plan kawasan gudang serta perencanaan dan manajemen  konstruksi, sedang pembangunan isik direncanakan dimulai pada tahun 2015.   Sekretaris Jenderal kemenkes RI saat tiba di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemijati   Selain mengunjungi Kantor Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, dr. Untung Suseno Sutarjo,M.Kes Juga mengunjungi Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof, Sri Oemijati dan meninjau kawasan pergudangan Kemenkes di Percetakan Negara 23 Jakarta Pusat Acara Kunjungan Sekretaris Jenderal kemenkes RI ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal PP & PL Prof.Dr.dr. Agus Purwadianto, SH,M.Si, Sp.(K),  Sekretaris Jenderal Ditjen PP & PL Dr. H.M. Subuh, MPPM. sementara dari badan litbangkes juga hadir Kepala Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Dr. D. Anwar Musadad, SKM, M.Kes. Kepala Bagian Keuangan dan Umum, Bambang Widodo, SE, M.Sc. Kepala Bagian Hukum dan Organisasi, Riati Anggriani, SH, MARS,M.Hum dan Kepala Bagian Informasi, Publikasi dan Diseminasi, Muhammad Rijadi, SKM, M.Sc, PH, Perwakilan dari Ditjen Bina Upaya Kesehatan, Ditjen Bina Gizi KIA, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes dan Pusat Penanggulangan krisis Kesehatan. (MHP) - Thursday, 02 October 2014 05:36
Praktek Lapangan MOT Uji Coba Riset Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM), 17 - 20 September 2014 Praktek Lapangan dan Pengolahan MOT Uji Coba Riset ACKM   Hari ketiga MOT ACKM dilanjutkan dengan Praktek, kegiatan praktek ini dilaksanakan di Tiga Pasar yang terdapat di wilayah Kota Bogor Yaitu Pasar Bogor, Pasar Anyar dan Pasar Gunung Batu. Praktek dibagi menjadi 3 tim, masing masing tim berjumlah 20 orang yang telah dibagi tugasnya antara lain belanja ke pasar dan pengolahan . Laboratorium pengolahan bertempat di Laboratorium Gizi Makananan  Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Badan Litbangkes di jl. Dr. Semeru, Bogor Jawa Barat.     Praktek Belanja di Pasar Anyar Bogor   Praktek dimulai pukul 06:30 WIB dengan kegiatan belanja di pasar sesuai dengan shoping list yang sudah ditentukan. Dilanjutkan dengan praktek pengolahan di Laboratorium. Praktek pengolahan terdiri dari beberapa tahap yaitu, Penerimaan Bahan, Sub Sampling, Preparasi, Komposit, Pengemasan, Packing dan Pengiriman. Dalam kegiatan praktek ini juga terdapat  tim yang ditugasi  memantau kendala dan permasalahan teknis di lapangan dan laboratorium untuk dijadikan bahan evaluasi .   Praktek di Laboratorium Pengolahan   Praktek Lapangan dan Pengolahan ini berlansung selama 4 hari, masing-masing hari terdiri dari jenis bahan makanan yang berbeda. evaluasi dan persiapan kegiatan praktek dilaksanakan malam hari setelah kegiatan selesai.   Peserta MOT saat melakukan evaluasi kegiatan    Ibu Pretty Multihartina, Ph.D saat meninjau lansung Praktik Pengolahan di Laboratorium   Ibu Pretty Multihartina, Ph.D, Kepala Pusat Biomedis dan Tekdaskes meninjau lansung kegiatan praktek pengolahan di laboratorium pada hari sabtu tanggal 20 September 2014 sekaligus melakukan evaluasi kegiatan praktek yang telah berlansung selama 4 hari untuk persiapan pelaksanaan Uji Coba di Yogyakarta nanti nya. (MHP). - Monday, 22 September 2014 07:28
Master of Trainer (MOT) Uji Coba Riset Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM), 15 - 20 September 2014 Master of Training (MOT) Uji Coba Riset Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM), 15 - 20 September 2014   Analisis Cemaran Kimia Makanan adalah kelanjutan dari kegiatan Survei Konsumsi Makanan Individu dalam kegiatan Riset Khusus Studi Diet Total (SDT). ACKM ditujukan untuk menentukan besaran cemaran Kimia dalam makanan yang dikonsumsi terhadap kesehatan. Kegiatan ACKM antara lain  pengumpulan dan pengolahan sampel makanan untuk di analisis cemaran kimia makanannya di laboratorium. Pada tahun 2014, Uji Coba Riset ACKM akan dilaksanakan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Oktober 2014. Dalam rangka persiapan pelaksanaan uji Coba ACKM di Provinsi DIY, pada tanggal 15 – 20 September 2014  bertempat di Hotel Permata, Bogor, diselenggarakan Master of Trainer (MOT) ACKM. Drs.Almasyhuri sebagai Ketua Tim Penelitian ACKM, menyampaikan bahwa kegiatan MOT diikuti oleh Tim yang akan memberikan materi pada saat training center di Yogyakarta nantinya. Ibu Pretty Multihartina, Ph.D, memberikan arahan pada pembukaan MOT ACKM di Bogor   Ibu Pretty Multihartina, Ph.D, Kepala Pusat Biomedis dan Tekdaskes pada saat membuka acara MOT ini mengharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan sebaik mungkin, sehingga kendala dan permasalahan dapat segera di evaluasi untuk pelaksanaan tahun  2015 nantinya. Pada kesempatan ini Kepala Pusat Biomedis dan Tekdaskes juga lansung memberikan arahan terkait pedoman dan teknis pelaksanaan kegiatan Praktik lapangan di MOT. Kegiatan hari pertama diisi dengan Pemaparan Konsep Dasar ACKM yang disampaikan oleh Dr. Nelis Imaningsih,M.Sc. dilanjutkan dengan pemaparan materi penjelasan shoping list dan formulir, pedoman belanja bahan makanan, sub sampling, preparasi dan pemasakan. Dihari kedua akan diisi materi Pengompositan, pengemasan, penyimpanan, dan pengiriman sampel. Sedangkan praktek belanja dan pengolahan akan dilaksanakan pada hari ketiga sampai dengan hari ke enam yang akan dilaksanakan di tiga pasar di kota bogor yaitu Pasar Bogor, Pasar Anyar dan Pasar Gunung Batu.   Dr. Nelis Imaningsih, M.Sc, memberikan pemaparan mengenai konsep dasar ACKM   Peserta MOT sedang mempersiapkan kegiatan praktek lapangan   Hadir dalam pembukaan MOT ini antara lain, perwakilan dari  Dinas Kesehatan Kota Bogor, perwakilan dari Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Badan Litbangkes dan Perwakilan dari Manajemen Data Badan Litbangkes. (MHP)     - Monday, 22 September 2014 04:14
Sosialisasi dan Pelatihan Penelitian Serologi Riskesdas TA 2014, 18-20 September 2014   Selama 3 hari di Hotel Acacia belangsung kegiatan sosialisasi dan pelatihan penelitian serologi Riskedas untuk tahun anggaran 2014. Hadir membuka kegiatan Kapusat BTDK (Pretty M., PhD). Dalam pembukaannya disampaikan bahwa nantinya dalam melaksanakan kegiatan penelitian dilaboratorium harus benar-benar diperhatikan masalah biosafety sesuai dengan standard yang telah ditetapkan. Biosafety merupakan suatu konsep yang mengamankan orang yang bekerja dengan suatu bahan biologis. Misalnya orang yang bekerja dengan suatu virus yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya maka orang tersebut harus mengunakan sarung tangan. Jadi biosafety adalah suatu konsep yang mengatur orang yang bekerja atau bersnetuhan dengan objek bilogis berbahaya agar terhindar dari bahaya objek biologis tersebut Ka.Pusat BTDK, Pretty M, PhD sedang memberikan arahan kepada tim pemeriksa spesimen Riskedas 2013   Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan mengenai hasil pemeriksaan spesimen Riskesdas (Biomedis) sebelumnya. Sebagaimana diketahui pada tahun 2007 Badan Litbang Kesehatan juga mengumpulkan spesimen (darah) dari sample terpilih. pada tahun 2007 sample dikumpulkan dan diperiksa di RS terdekat sedangkan pada tahun 2013 beberapa pengujian / test diperiksa ditempat.   Dr.Whinie sedang memaparkan  hasil pemeriksaan spesimen Riskesdas tahun 2007 Beberapa materi lainnya yang diberikan pada pertemuan tersebut adalah juga mengenai : Biosafety dan Biosecurity, Pengenalan alat dan bahan yang digunakan, Prinsip kerja/metode pemeriksaan, Alur kerja pemeriksaan di laboratorium dan yang terakhir adalah pemberian tugas. Biosafety dan biosecurity merupakan dua hal yang saling berkaitan. Keduanya mempunyai tujuan untuk menjamin keamanan dari bahaya biologis. Tetapi meski tujuannya sama biosecurity dan biosafety merupakan dua hal yang berbeda. Praktek penggunaan APBD yang baik dan benar untuk mencegah risiko bekerja di laboratorium Biosecurity adalah usaha untuk menjaga suatu daerah dari masuknya agen penyakit, menjaga tersebarnya agen penyakit dari daerah tertentu, dan menjaga agar suatu penyakit tidak menyebar di dalam daerah tersebut. Sedangkan biosafety adalah usaha yang dilakukan agar orang yang bekerja dengan bahan biologi berbahaya terlindungi dari bahan bahaya bahan biologi yang ditanganinya. Materi-materi tersebut penting untuk diperkenalkan mengingat komposisi tim yang melaksanakan penelitian ini dari berbagai disiplin ilmu yang sebagian diantaranya belum pernah bekerja di lingkungan laboratorium. Beberapa Tim Penelitian Serologi Riskesdas saat sesi memperkenalkan diri Hadir sebagai pemandu kegiatan drh. Kharirie   - Friday, 19 September 2014 01:39
Pengenalan Alat SCBA kepada Tim Bio Risiko, 4 September 2014 Pengenalan Alat SCBA kepada Tim Bio Risiko   Laboratorium merupakan sarana pendukung yang penting dalam kegiatan penelitian di Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, aktivitas di laboratorium yang cukup tinggi tentunya juga harus mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti bahaya kebakaran, oleh karena itu kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia di laboratorium dalam menghadapi hal tersebut harus terus ditingkatkan.  Dalam upaya meningkatkan kesiapan SDM untuk mengatasi bahaya kebakaran, Laboratorium Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengadakan  pengenalan alat Self Containent Breathing Apparatus (SCBA) kepada Tim Bio Risiko yang kesehariannya bertugas di laboratorium.  Alat ini berfungsi untuk membantu petugas dalam upaya evakuasi korban  kebakaran.   Instruktur memberikan pengenalan cara menggunakan SCBA   Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat memberikan pengenalan cara kerja dan cara penggunaan alat untuk digunakan dalam proses evakuasi korban. Aman diri, Aman lingkungan dan aman peralatan merupakan tiga prinsip dasar yang ditekankan oleh Instruktur kepada Tim Bio Risiko Laboratorium Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Kegiatan ini berlansung pada tanggal 4 September 2014,  dibuka oleh Koordinator Laboratorium, Drs. Bambang Heriyanto, M.Kes  diikuti oleh Tim Bio Risiko yang terdiri dari  Tim Pengelola Gedung, Penerima Spesimen, Biosafety dan Bio Security. Kegiatan dilaksanakan di Lantai 3 Laboratorium Penelitian Penyakt Infeksi.    Peserta Kegiatan mencoba alat SCBA   Petugas Lab memasang alat SCBA diawasi oleh instruktur dari DPK, Jakarta Pusat   Kegiatan pengenalan alat SCBA ini rencananya akan lebih diintensifkan pada kegiatan pelatihan pemadam kebakaran yang sudah rutin dilakukan di Laboratorium Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, sehingga Petugas di Laboratorium sudah terlatih untuk melakukan pertolongan pertama apabila terjadi bencana kebakaran. (MHP)   - Monday, 08 September 2014 02:41
Pertemuan Komnas Pinere dalam rangka kesiapsiagaan wabah Ebola, 15 Agustus 2014  Pertemuan Komnas Pinere (Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging) dalam Rangka Kesiapsiagaan Wabah Ebola   Penyakit Ebola disebabkan oleh Virus RNA, Data WHO per tanggal 13 Agustus 2014 menyebutkan total kasus ebola sejumlah 2127 kasus dengan total kematian 1145 orang yang terjadi di sejumlah negara Afrika Barat yaitu Sierra leone, Guinea, Liberia dan Nigeria. Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi virus ebola, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI mengadakan pertemuan  Komnas PINERE (Penyakit Infeksi New Emerging dan RE-Emerging yang dilaksanakan di Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan pada tanggal 15 Agustus 2014.   (Kiri-Kanan) : Prof.Dr.dr Agus Purwadianto., SPF (K) (Plt Ditjen PP & PL Kemenkes), Prof. dr.Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE (Kabadan Litbangkes), Pretty Multihartina, Ph.D (Kepala Pusat Biomedis dan Tekdaskes)   Pertemuan ini membahas  upaya yang dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapi wabah virus Ebola diantaranya adalah meningkatkan deteksi dini pertemuan kasus di pintu masuk negara dengan melakukan pemeriksaan dan memastikan kebenaran riwayat perjalanan dari negara terjangkit dan meningkatkan kewaspadaan dini diseluruh wilayah Indonesia terhadap kemungkinan masuknya penyakit ke Indonesia melalui surveillans berbasis kejadian di Jajaran Dinkes Propinsi dan Dinkes Kab/Kota    Peserta pertemuan Komnas Pinere saat membahas kesiapsiagaan Wabah Ebola   Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dengan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi (PPI) merupakan salah satu ujung tombak penegakan diagnosa, untuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini terhadap wabah ebola. Oleh karena itu pada pertemuan ini juga dibahas persiapan laboratorium diantaranya termasuk kesiapan logistik, sumber daya manusia, fasilitas, dan kerja sama lintas sektor maupun lintas program dan  pedoman terstandar (SOP) terkait wabah Ebola untuk dapat dilakukan sosialisasi dan dikoodinasikan.    Koordinator Laboratorium PPI dan PJ Laboratorium Virologi Pusat Biomedis dan Tekdaskes membahas Draft SOP Laboratorium dalam rangka kesiapsiagaan wabah Ebola   Hadir pada pertemuan ini Kepala Badan Litbangkes RI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, PLT Dirjen P2PL Prof Agus Purwadianto, Perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Bina Upaya Kesehatan, Pusat Studi Satwa Primata-IPB, Kementerian Pertanian, Balitvet Bogor . Pada pertemuan ini disepakati Draft SOP Laboratorium dalam menghadapi wabah Ebola. (PPID Pusat1)     - Thursday, 04 September 2014 02:24
Pelatihan Vaksinologi “Metode Purifikasi dan Scale Up Protein Rekombinan;Pembuatan Monoklonal Antibodi”, 25 – 29 Agustus 2014 PELATIHAN VAKSINOLOGI “METODE PURIFIKASI DAN SCALE UP PROTEIN REKOMBINAN;PEMBUATAN MONOKLONAL ANTIBODI”, 25 – 29 Agustus 2014   Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbangkes RI, sebagai ketua konsorsium   Dengue mengadakan pelatihan  Vaksinologi Tahap ll mengenai Metode Purifikasi dan Scale Up ProteinRekombinan; Pembuatan Monoklonal Antibodi. dr. C.S. Whinnie Lestari, M.Kes, sebagai ketua konsorsium dengue  pada saat acara  pembukaan pelatihan menyampaikan laporan bahwa peserta pelatihan adalah  anggota Konsorsium Dengue yang berasal dari  Pusat Biomedis dan Tekdaskes Badan Litbangkes, Universitas Indonesia , Lembaga Eijkman, LIPI Serpong, BPPT Serpong, Pusat Studi Satwa Primata (PSSP-IPB) Bogor dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.     Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Pretty Multihartina, Ph.D, memberikan arahan saat pembukaan pelatihan   Pelatihan yang berlansung dari tanggal 25 sd 29 agustus 2014 ini dibuka oleh Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Pretty Multihartina, Ph.D. dalam arahannya Ibu Pretty Multihartina, Ph.D mengharapkan  peserta pelatihan dapat memamfaatkan pelatihan sebaik mungkin dan terus meningkatkan  pengetahuan seiring dengan kemajuan teknologi penelitian yang sangat cepat.   dr. C.S. Whinnie Lestari, M.Kes menyampaikan laporan kegiatan   Pada Kegiatan pelatihan diberikan Materi mengenai Protein dengan Nara Sumber, Danang Waluyo, Ph.D dan Sabar Pambudi, Ph.D dari BPPT serpong, dilanjutkan dengan Praktikum di Laboratorium Imunologi, Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. kemudian materi mengenai antibodi monoklonal diberikan oleh Dr. Tjahjani Mirawati Soediro, Ph.D, SpMK dari Fakultas Kedokteran UI yang juga dilanjutkan dengan praktikum di Laboratorium Imunologi.     Nara Sumber dari BPPT menyampaikan materi kepada peserta pelatihan   Suasana Praktikum di Laboratorium Imunologi Materi dan praktikum yang diberikan pada pelatihan ini bermamfaat untuk riset vaksin dan pengembangan Kit Diagnostik. Pelatihan yang berlansung selama 5 hari ini ditutup oleh Kepala Bidang Biomedis, dr. Roselinda, M.Epid.(PPID Pusat1)   - Friday, 29 August 2014 06:05
Desk Usulan Anggaran Tahun 2015, 20 - 21 Agustus 2014 Desk Usulan Anggaran Tahun 2015 Desk Staf Sub Bag PKS dengan Peneliti Dalam Rangka persiapan kegiatan tahun anggaran 2015, Sub Bagian Progam dan Kerjasama Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kegiatan melaksanakan Desk dengan Penanggung Jawab Kegiatan Tahun anggaran 2015 di Aula Lt.2 Pusat Biomedis dan Tekdaskes. Pada Pertemuan ini dilakukan pembahasan mengenai sinkronisasi anggaran dan output baik kegiatan Penelitian dan dukungan Manajemen yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2015. disamping itu dilakukan koreksi TOR, RAB dan data dukung oleh penanggung jawab P2ME, Sub Bagian Program dan Kerjasama   Koreksi TOR, RAB dan Data Dukung Peneliti dengan PJ P2ME     - Friday, 22 August 2014 08:49

Video

108465
Today
Yesterday
This Week
Total
4
316
588
108465
Selamat Datang di Website Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan - Selamat Datang Tahun 2014
Foto bersama Peserta Master of Trainer (MOT) ACKM, 20 September 2014
Sekretaris Jenderal Kemenkes saat mengunjungi Laboratorium PPI Prof. Sri Oemijati, Senin 29 September 2014
Simposium Regional
Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),DTM&H,MARS, Kepala Badan Litbangkes, berdialog dengan peserta workshop Enumerator ACKM, Yogyakarta, 9 Oktober 2014.

BERITA TERBARU

/index.php/9-uncategorised/232-jurnal-kefarmasian-indonesia-sudah-terakreditasi

JURNAL KEFARMASIAN INDONESIA SUDAH TERAKREDITASI

Pada hari Selasa, tanggal 07 Oktober 2014, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyerahkan sertifikat Akreditasi kepada 7 jurnal terakreditasi baru, salah satuna jurnal Jurnal Kefarmasian Indonesia.  Hal ini menambah jumlah jurnal terakreditasi yang dikelola Badan Litbangkes, dari 20 jurnal yang dikelola Badan Litbangkes, ada 12 jurnal yang terakreditasi.Selain penyerahan sertifikat Akreditasi, di hari yang sama LIPI juga melakukan sosialisasi terhadap pedoman akreditasi yang baru (Perka LIPI No 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala ilmiah). Ada beberapa hal baru dalam pedoman tersebut, antara lain untuk kelembagaan, nilai tertinggi diberikan kepada Organisasi Profesi pusat serta pengelolaan dan penyebarluasan secara online. Jadi diharapkan para pengelola jurnal mulai bebenah diri mempersiapkan manajemen termasuk penyebarluasan secara online mulai sekarang, karena pedoman ini akan mulai diberlakukan pada bulan April 2016.

 

Produk hukum lain yang disosialisasikan LIPI pada hari itu adalah Perka LIPI No. 5 Tahun 2014 tentang Kode Etika Publikasi. Dalam Kode Etika tersebut diatur bagaimana Etika Pengelola Jurnal, Editor, Mitra Bestari maupun Pengarang. Dengan diterapkan Kode Etika Publikasi ini diharapkan dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan mutu jurnal ilmiah di Indonesia.

Uncategorised 2014-10-11 10:14:59