Berita Terkini:
Pre-Eliminary Training Pemeriksaan Laboratorium ELISA IgM Japanese Enchepalitis (JE) dan Dengue,16-19 Juli 2018 Pre-Eliminary Training Pemeriksaan Laboratorium ELISA IgM Japanese Enchepalitis (JE) dan Dengue Jakarta, 16 – 19 Juli 2018  Japanese ensefalitis (JE) adalah salah satu penyakit encephalitis yang disebabkan oleh infeksi virus JE (JEV). Mengingat bahaya dan fatalnya akibat yang dari infeksi ini maka Program (Subdit Arbovirosis Ditjen P2P) sudah melakukan Surveillans Japanese Enchepalitis berbasis laboratorium di Indonesia. Laboratorium Pusat penyakit Infeksi, Puslitbang Biomedis dan Tekdakes ditunjuk sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan JE yang telah terakreditasi oleh WHO.    Dalam rangka pengembangan surveillans JE ini maka mulai tahun 2018, Laboratorium pemeriksaan JE diperbanyak agar dan daerah cakupan wliayah lebih luas serta hasil laboratorium menjadi lebih cepat. Seiring sejalan dengan hal tersebut maka pada tanggal 16-19 Juli 2018, perwakilan staff BBTKLPP Yogyakarta, BBTKLPP Banjarbaru; BBTKLPP Surabaya dan BTKLPP Manado melakukan inisiasi pelatihan awal (Pre-Eliminary Training) teknik pemeriksaan laboratorium JE dan Dengue. Adapun Total peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :   No. Nama Instansi 1 dr. Dwi Amalia, MPH BBTKLPP Yogyakarta 2 Indaryati, S.ST BBTKLPP Yogyakarta 3 dr. Novita S. Ngurawan BTKLPP Manado 4 dr. Budianna Tombi Langi BTKLPP Manado 5 dr. Zusi L Marpaung BTKLPP Manado 6 Dewi Hermawati, SKM BBTKLPP Banjarbaru 7 Riska Yunida, Amd.AK BBTKLPP Banjarbaru 8 Yeni Puji Lestari, S.Si, Mked.Trop BBTKLPP Surabaya   Pelaksanaan kegiatan bertempat di Laboratorium Virologi, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Materi yang diajarkan seputar teknik pemeriksaan ELISA IgM, Pemeliharaan Alat, Hands-On Praktek Pemeriksaan ELISA IgM JE dan IgM Dengue, serta Pencatatan dan Pelaporan hasil pemeriksaan Laboratorium.           - Monday, 16 July 2018 08:31
Pelaksanaan Pengumpulan Data Biomedis di Kota Manado, 22 April 2018 Sudah beberapa minggu ini tim penerimaan spesimen Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan disibukkan oleh datangnya spesimen biomedis dari berbagai daerah, hampir 24 jam secara bergantian mereka menerima spesimen. Pengambilan spesimen  darah dilakukan oleh Nakesdisalah satu BS di Kota Manado (Foto: Joice L)   Tidak tanggung tanggung spesimen yang rencananya akan diterima sebesar 25,000 spesimen yang dikirim dari 416 Kabupaten dan 98 kota yang tersebar di 34 provinsi. Tenaga pelaksana puldat biomedis dan gigi serta mulut adalah enumerator, tenaga kesehatan (nakes), petugas penghubung, dan exnum yang berasal dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Tugas nakes mencakup dokter untuk memastikan ART memenuhi kriteria inklusi untuk pengambilan darah vena. Analis/perawat melakukan pengambilan darah serta bersama enumerator melakukan pemriksaan glukosa darah, hemoglobin, RDT malaria, dan pembuatan sediaan darah tebal, pengisian form biomedis serta penempelan stiker barcode. Salah satu dokter gigi sedang memberikan penjelasan hasil pemeriksaan gigi kepada responden (BS Komo Luar/ Foto: Vonny W) Pengambilan spesimen sudah di disain sedemikian rupa yang akan tiba pada hari ke-4 pada tiap Blok Sensus (BS) setelah wawancara kuesioner kesmas dilaksanakan. Sehingga pada hari libur pun kegiatan pengumpulan biomedis tetap dilakukan. Tidak terkecuali di Kota Manado. sebagaimana kita ketahui kota yang mayoritas pendudukanya beragama Nasrani ini melakukan ibadah di hari Minggu. Akan tetapi mereka berantusias untuk datang lebih pagi dan mengikuti pelaksanaan kegiatan biomedis. Jika sesuai rencana sebanyak 330 spesimen akan dikumpulkan dari 33 rumah tangga terpilih dalam blok sensus biomedis. Tiga tim disebar untuk melakukan kegiatan di 11 BS di kota Manado. Hari ini (22/04) pelaksanaan lab biomedis di daerah Sario, Komo Atas dan Komo Luar ketiganya berada di Kota Manado. Tim enumerator Kota Manado mempersiapkan keperluan untuk pembebanan (Foto : Joice L) Diharapkan data dari hasil Riskesdas ini dapat memberikan informasi pencapaian hasil pembangunan kesehatan yang telah dilakukan dan kedepaannya dapat dipakai sebagai bahan pengambilan keputusan sehingga pembangunan kesehatan dapat lebih terarah dan tepat sasaran. (/T) - Sunday, 22 April 2018 06:15
Kegiatan Magang BBTKL Jakarta di Puslitbang Biomedis dan Tekdakes Dalam rangka Pemeriksaan Laboratorium Japanese Enchepalitis (JE), 23-25 Januari 2018 Japanese ensefalitis (JE) adalah salah satu penyakit encephalitis yang disebabkan oleh infeksi virus JE (JEV). Mengingat bahaya dan fatalnya akibat yang dari infeksi ini maka Program (Subdit Arbovirosis Ditjen P2P) sudah melakukan Surveillans Japanese Enchepalitis berbasis laboratorium di Indonesia. Laboratorium Pusat penyakit Infeksi, Puslitbang Biomedis dan Tekdakes ditunjuk sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan JE yang telah terakreditasi oleh WHO.  Dalam rangka pengembangan surveillans JE ini maka mulai tahun 2018, Laboratorium pemeriksaan JE diperbanyak agar dan daerah cakupan wliayah lebih luas serta hasil laboratorium menjadi lebih cepat. Seiring sejalan dengan hal tersebut maka pada tanggal 23-25 Januari 2018, BBTKL Jakarta melakukan inisiasi pelatihan awal (Magang) teknik pemeriksaan laboratorium JE. Staff laboratorium BBTKL yang diutus berjumlah 4 orang. Adapun pelaksanaan magang bertempat di Laboratorium Virologi. Materi yang diajarkan seputar teknik pemeriksaan ELISA dan teknik pemeriksaan lab JE - Tuesday, 13 March 2018 08:07
Pelatihan Next Generation Protein Purification and Analisys, Jakarta 30-31 Januari 2018 Protein adalah senyawa organik yang banyak dijumpai kalam semua makhluk hidup. Protein terdiri dari karbon, hydrogen dan nitrogen dan umumnya juga mengandung sulfur. Satu molekul protein terdiri dari rantai panjang polipeptida. Polipeptida ini berasal dari asam-asam amino yang salaing berikatan dengan urutan yang khas. Struktur protein juga menajdi sangat kompleks dan rumit. Perkembangan teknologi yang ada, saat ini dunia penelitian protein dan manufaktur telah berkembang ke arah tingkat yang lebih canggih, yang pada gilirannya juga dapat menghasilkan produk berbasis protein yang dapat dipercaya. Salah satu contoh yang mudah dikenali saat ini adalah teknik kromatografi canggih yang telah ditemukan untuk memenuhi tantangan pemurnian dan analisis protein.  Terkait hal tersebut, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirimkan beberapa peneliti-nya dalam seminar dan lokakarya selama 2 hari di Kampus Indonesia International Institute for lIfe Science (i3L) yang bekerja sama dengan GE Healthcare. Peneliti dimaksud adalah Ratih D, Lisa AL., Maratu S, Nike S, Herna H, Dwi F, Ariyani N dan Subangkit. Pada Lokakarya ini diperkenalkan beberapa teknik dan peralatan paling canggih dalam pemurnian protein dan analisis untuk mendapatkan hasil terbaik dari studi protein. Adapun yang menjadi pembicara sekaligus instruktur lokakarya ini adalah Matteo Morello, Ph.D dan Jonathan How, Ph.D. (Kit)     - Monday, 12 March 2018 14:18
Pertemuan ‘Who Consultation And Information Meeting on The Composition of Influenza Virus Vaccine for Use in the 2018-2019 Northern Hemisphere Influenza Season, Jenewa 19-22 Februari 2018       Pertemuan ini dihadiri oleh 6 WHO Collaborating Center (WHO-CC) dan tigaEssential Reference Laboratory (ERL) yaitu Hong Kong, Rusia dan London serta empatNational Influenza Center (NIC) yaitu Indonesia, Senegal, Switzerland dan Cyprus sebagai perwakilan dari 144 NIC yang menjadi anggota WHO Global Influenza Surveillance and Response Syatem (GISRS), FAO dan OFFLU serta beberapa institusi lain.Pertemuan in merupakan pertemuan untuk membahas penentuan komposisi vaksin influenza musiman di belahan bumi Utara tahun 2018 – 2018. Dua orang peneliti Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr. dr. Vivi Setiawaty, MBiomed dan Ririn Ramadhany, PhD, ditugaskan untuk menghadiri pertemuan ini.      Proses pemilihan virus untuk komposisi vaksin dengan cara menganalisis sekuens dari setiap virus Influenza yang diterima oleh WHO CC dari dari WHO NIC. Selain itu masing-masing WHO CC juga menganalisis data sekuens yang tersedia di berbagai Genetic Database. Data sekuens maupun virus yang digunakan dalam analisis adalah virus yang bersirkulasi dan dikoleksi dari September 2017 hingga Januari 2018. Analisis phylogenetic tree dilakukan dari sekuens yang didapat untuk melihat kedekatan genetik masing-masing virus yang bersirkulasi di dunia, sekaligus melihat mutasi yang terdapat pada gen dari masing-masing virus. Analisis mutasi ini dilakukan untuk melihat apabila terjadi perubahan pada protein yang dapat menyebabkan perubahan antigenisitas virus. Hasil sekuens ini juga digunakan untuk melakukan analisis antigenik protein HA, yang digunakan untuk melihat kemungkinan antigenik dari masing-masing virus dan untuk memproyeksikan imunitas yang terbentuk setelah terinfeksi virus. Sekuens gen NA dianalisis untuk mengetahui sensitifitas virus terhadap obat antivirus. Tahap selanjutnya diputuskan beberapa virus yang dijadikan kandidat dan dikaji lebih lanjut untuk penetapan komposisi vaksin. (VS) - Monday, 12 March 2018 14:03
Workshop Teknik Negosiasi Penelitian, 9-11 Maret 2018 Dasar Hukum Kegiatan ini adalah Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 657/Menkes/Per/VII/2009 tentang Pengiriman dan penggunaan Spesimen Klinik, Materi Biologik dan Muatan Informasinya. Saat ini belum semua institusi yang melakukan penelitian mampu mereview dan menapis agar syarat pengiriman terpenuhi. Apalagi bahwa transaksi pengiriman tersebut perlu diproteksi dengan kontrak untuk menjamin kesetaraan antara pihak Indonesia dengan Luar Negeri. Untuk itu diperlukan advokasi bagi para pimpinan Institusi pendidikan, penelitian, dan rumah sakit agar dapat menjadi reviewer bagi institusinya. Selain itu diperlukan pula advokasi tentang pembuatan kontrak penelitian dengan pihak asing agar kedua belah pihak mendapatkan manfaat yang seimbang. Sehubungan dengan itu Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan workshop yang melibatkan lembaga penelitian/pendidikan di daerah. Diharapkan workshop ini akan meningkatkan kapasitas kemampuan melakukan negosiasi.(VS) - Monday, 05 March 2018 14:59
Pelatihan Pendamping Biomedis dan Penanggungjawab Logistik,31 Jan - 2 Feb 2018   Sebanyak kurang lebih 150 peserta hadir di Hotel Arch Bogor untuk menghadiri pelatihan pendamping biomedis penanggungjawab logistik Riskesdas 2018 yang diselenggarakan selama 3 hari, sejak tgl 31 jan sampai dengan 2 feb 2018. Dalam kegiatan itu Kepala Badan Litbangkes berkenan hadir untuk memberikan arahan kepada para peserta pelatihan dan sekaligus membuka kegiatan. Dengan didampingi Kepala Puslitbang BTDK dan Kepala Puslitbang UKM. Dr. Drg Agus Suprapto. Kepala Badan menyampaikan arahan arahannya.   Dr. Siswanto menyampaikan bahwa Riskesdas 2018 adalah  satu.kesatuanSehingga tidak ada istilah Riskesdas Biomedis. Sekitar 250.000 rumah tangga akan diambil sampling darahanya yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Data Kesmas dan dan Biomedis yang dihasilkan dalam kegiatan Riskesdas ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam bidang kesehatan terutama dalam pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan di bidang kesehatan. (Red) - Tuesday, 30 January 2018 11:31
Penelitian Tahap I TKPI di lima kota (Bogor,Medan, Makassar, Bandung dan Surabaya, 23 Okt-1 November 2017 Penelitian Tahap I Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI)    Direktur Poltekes Dra. Ida Nurhayati, M.Kes (tengah) berkesempatan hadir untuk membuka kegiatan    (Medan/Okt) Pengembangan TKPI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia) saat ini dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan bekerjasama dengan Poltekes Kemenkes  di 5 kota yang tersebar di 4 provinsi  (Sumut, Sulsel, Jatim dan Jabar). Salah satu tujuan Kegiatan ini adalah untuk memperbarui TKPI sebelumnya.  TKPI yang ada saat ini belum mencakup semua bahan makan yang dikonsumsi penduduk Indonesia dan hanya berisi informasi 20 jenis zat Gizi. Pada tahun 2014 dilakukan Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) yang hasilnya  menyatakan bahwa 75.32% jenis makanan yang dikonsumsi belum tercantum TKPI dan banyak jenis makanan yang belum  memiliki kandungan zat gizi lengkap.         Salah satu kegiatan (packing) yang dikerjakan Tim TKPI (Lok: Poltekkes Medan - Jur.Gizi)       Bogor, Medan, Makassar, Bandung dan Surabaya menjadi sasaran kegiatan pengembangan TKPI kali ini. Sampai berita ini ditulis kegiatan masih berlangsung hingga tanggal 1 November mendatang.  Sesuai rencana Tim akan melaksanakan kegiatannya Selama 6 hari (27 Oktober - 1 November) tim yang dibentuk mengumpulkan beberapa bahan makanan dan kemudian didistribusikan  kepada kelompok ibu rumah tangga untuk diolah, kemudian hasil dari olahan tersebut di kirimakan kembali ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.          Tim TKPI Medan (Badan Litbangkes dan Poltekkes Medan (Jur.Gizi)   Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh data komposisi kandungan zat gizi, data bagian dapat dimakan (BDD) dari bahan makanan dan lebih lanjut informasi dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi  perumusan kebijakan kesehatan yang berkaitan dengan penentuan asupan dan konsumsi serta status gizi baik individu maupun populasi dan bagi sektor pertanian bisa dijakan sebagai dasar pembuatan kebijakan penelitian dibidang budidaya pertanian.       Ria Soekarno, SKM, MCN (Sekretaris Badan Litbangkes) berkesempatan   hadir mengunjungi tim peneliti di Poltekkes Medan (gizi) di Lubuk Pakam        Pasar Simpang Limun, Medan. salah satu tempat yang dijadikan sampling dalam peneltiian TKPI.             - Monday, 30 October 2017 10:29
Pertemuan Lintas Program Bidang Pelatihan di Lingkungan Kemenkes, 11-12 Oktober 2017   Seiring dengan amanat undang-undang No.5 Tahun 2014 tentang aparatur Sipil Negara yang diperkuat dengan Peratutran Pemerintah No. 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai Negeri Sipil mengenai jaminan bahwa setiap PNS mendapatkan hak pengembangan kpmetensi setiap tahun dalam pengembangan kariernya minimal 20 Jam Pelajaran (JP) perTahunnya, maka pada tanggal 11-12 Oktober 2017 dilakukan pertemuan lintas program bidang pelatihan di lingkungan kementerian kesehatan. Adapun penyelenggara kegiatan adalah Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPPSDMK). Pertemuan tersebut dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Cilandak – Jakarta.      Pertemuan ini diresmikan oleh Kepada BPPSDMK dan diisi oleh 4 orang narasumber yaitu Ibu Reni Suzana (Lembaga Administrasi Negara); Bapak Supardiana (Kemenpan Reformasi Birokrasi); Bapak Nusli Imansyah (BPPSDM) dan Ibu Eni Mulat Susanti (BPPSDM).  Pada pertemuan ini diundang Satuan Kerja di Lingkungan Badan Penlitian dan Pengembangan dan Juga Satker di Lingkungan BPPSDM serta satker dilingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkes. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar diwakilkan oleh Tri Kusbiyanti, S.Kom (Bag. Kepegawaian) dan Subangkit, M.Biomed (Tim Biorisiko Divisi Pengembangan Pengawai).     - Sunday, 29 October 2017 15:06
Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2017 Persatuan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia, 13-14 Oktober 2017 Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2017 Persatuan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia“From Basic Microbiology to Clinical Applied, Approaches to New Technologies in Microbial Diagnostic. Acara PIT PAMKI 2017 ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk para ahli mikrobiologi klinik. Ahli mikrobiologi klinik menyediakan informasi yang berguna untuk mebantu kinisi membuat diagnosis dan mengkonfirmasi suatu diagnosis. Informasi yang disediakan lab mikrobiologi juga akan mempengaruhi keluaran pasien. Begitu juga dengan permasalahan resistensi mikroorganisme terhadap antibiotika juga sudah mendunia tak terkecuali di Indonesia beberapa dekade ini, sehingga peranan ahli mikrobiologi sangat diperhitungkan untuk membantu mengatasi masalah-masalah ini. Simposium PIT PAMKI kali ini dilaksanakan di Hotel Pangeran Beach, Padang, Suamtera Barat pada tanggal 13-14 Oktober 2017. Kegiatannya berupa simposium, kuliah dan diskusi, poster dan presentasi oral. Topik yang dibawakan pada simposium yaitu mikrobiologi diagnostik pada era BPJS, teknologi baru untuk identifikasi patogen, bagaimana mengatasi patogen MDR dan XDR, Lab TB diagnostik, Meliodosis dari aspek epidemiologi dan klinis , serta deteksi mekanisme resistensi antibiotika.     Pada kesempatan ini, dr. Mursinah, SpMK dan dr. Herna, SpMK mewakili Puslitbang BTDK. dr. Mursinah membawakan presentasi oral pada tanggal 14 Oktober 2017 dengan topik “Genotipe KLB Campak di Manokwari Selatan, Papua Barat. Sedangkan dr. Herna membawakan poster yang bejudul “Titer Antibodi Virus Polio pada Staf yang Terkait Laboratorium Nasional Polio”.      Acara 2 hari tersebut banyak memberikan informasi dan pengetahuan baru bagi para ahli mikrobiologi klinik. Semoga ke depan, peranan ahli mikrobiologi menjadi sangat penting terutama dalam kontrol infeksi, resistensi antibiotika serta membantu kesembuhan pasien di RS serta kebijakan pemerintah.   - Sunday, 29 October 2017 14:50
Pelatihan software Mendeley, 10 Oktober 2017 Artikel ilmiah terutama Jurnal merupakan hal yang wajib dibaca oleh setiap peneliti untuk memperkuat dan meperkaya wawasan tentang ilmu pengentahuan yang ditekuninya. Penelurusan dan penulisan referensi artikel menjadi sangat penting agar memudahkan dalam proses pembuatan artikel atau jurnal. Dalam rangka peningkatan kapasitas dan kemampuan peneliti terutama Penelurusan dan penulisan referensi  maka pada tanggal 10 Oktober 2017 bertempat di Aula Puslitbang Biomedis dan Tekdakes dilaksanakan pelatihan penelurusan dan penulisan referensi dengan menggunakan Aplikasi Mendeley.     Pelatihan internal ini diremsikan oleh Dra. Sarwo Handayani, M.Sc selaku ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPI) Puslitbang Biomedis dan Teknologi dasar kesehatan. Dra Efriwati, M.Si didapuk sebagai narasumber.  Adapun peserta pelatihan adalah peneliti di Puslitbang Biomedis dan Tekdakes. Sesi pelatihan dilakukan dengan melalui 2 pendekatan yaitu sesi ceramah dan praktikum langsung dengan menggunakan komputer. - Saturday, 28 October 2017 15:09
Peningkatan Kapasitas Pemeriksaan PCR dan Perawatan Biosafety Cabinet bagi Petugas Laboratorium B/BTKL-PP Ditjen P2P, Kemenkes RI, 4-8 September 2017 Penyakit berpotensi wabah masih menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi 23 penyakit berpotensi wabah yang dipantau melalui sistem surveilan terpadu. Kementerian Kesehatan juga telah mengembangkan IHR core capacities untuk deteksi dan respon cepat terhadap EID (Emerging Infectious Disease). Laboratorium memegang peranan penting dalam mengidentifikasi agen penyebab penyakit dengan cepat dan tepat untuk memastikan pengendalian penyebaran penyakit secara efektif, terutama penyakit yang berkaitannya dengan kejadian wabah dan penyakit infeksi baru (New Emerging Infectious Disease) serta dalam pengambilan keputusan berbasis data pemeriksaan untuk kontrol dan respon cepat EID.  Untuk memperkuat kapasitas laboratorium pelaksana di lingkungan Kementerian Kesehatan terutama Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) maka Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) pada tanggal 4-8 September 2017 menyelenggarakan training Peningkatan Kapasitas Pemeriksaan PCR dan Perawatan Biosafety Cabinet (BSC) bagi petugas B/BTKL-PP dengan narasumber dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar selaku Laboratorium Rujukan Nasional untuk penyakit EID sesuai dengan Permenkes 658/2009  Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari 10 laboratorium B/BTKL-PP di Indonesia. Materi training dikoordinasikan bersama panitia kegiatan oleh dr. Ni Ketut SusilariniM.S dan Dr. dr. Vivi SetiawatyM.Biomed. Adapun materi yang disampaikan kepada peserta adalah penjelasan mengenai Biosafety dan Biosecurity Laboratorium, penjelasan tentang salah satu penyakit EID yaitu Influenza dan berbagai metode pemeriksaannya, manajemen spesimen, logistik dan pemeliharaan alat serta pemeriksaan PCR sampel EID oleh tim narasumber yaitu : dr. Ni Ketut Susilarini M.S, Kartika Dewi PuspaS.Si.,Apt, Hartanti Dian IkawatiS.Si, Hana Apsari PawestriM.Sc,Ririn RamadhanyPh.D dan AgustiningsihM.Biomed Sc. Sesi kuliah diselenggarakan di Hotel Mercure Cikini dan sesi praktik untuk pemeliharaan BSC dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati Puslitbang BTDK. Sesi Praktek dipandu oleh tiga fasilitator yaitu dr. Ni Ketut SusilariniMS, BudiyantoS.T dan Alwi Hasbullah,Amd.  Para peserta sangat antusias saat mengikuti sesi pelatihan dan belajar banyak hal baru terkait pemeriksaan PCR. Harapan ke depan, dapat diselenggarakan pelatihan serupa dengan menambahkan materi praktek untuk pemeriksaan PCR sehingga pengetahuan yang didapatkan akan lebih komprehensif. (HDI, KDP, AGT, VS) - Monday, 16 October 2017 19:41
SEAR/WPR Biregional Laboratory Training and Capacity Building Workshop for Molecular and Serological Diagnosis of Japanese Encephalitis, Zika and other Arboviruses, 4 Agustus 2017 Association of Public Health Laboratories (APHL), bekerja sama dengan Center for Disease Control (CDC) dan World Health Organization (WHO) menyelenggarakan pelatihan berjudul “SEAR/WPR Biregional Laboratory Training and Capacity Building Workshop for Molecular and Serological Diagnosis of Japanese Encephalitis, Zika and other Arboviruses” selama lima hari di Manila, Filipina pada tanggal 30 Juli-4 Agustus 2017. Materi pelatihan ini meliputi diagnosis laboratorium JE, Zika dan Arbovirus lain disampaikan dengan metode kuliah (lecture) dan praktek laboratorium (hands-on).Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan laboratorium rujukan JE di South East Asia Region (SEARO) dan Western Pasific Region (WPRO). Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirim Hartanti Dian Ikawati sebagai perwakilan untuk hadir dalam pelatihan ini. Pelatihan diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman peserta tentang pemeriksaan JE dan Zika. Selanjutnya, para peserta diberikan update mengenai kemajuan dan tantangan dalam pengendalian JE dan update jaringan laboratorium WHO JE di SEARO maupun WPRO. Setiap peserta dari 24 laboratorium JE kedua regional juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan update mengenai kegiatan surveilan JE termasuk pengujian laboratorium, surveilans vektor, jumlah dan distribusi kasus JE, manajemen data surveilan JE serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan surveilan JE di negara masing-masing. Pada akhir pelatihan, diharapkanpara peserta memiliki kapasitas dan pengetahuan teknis untuk melakukan uji IgM-ELISA JE dan Zika serta melakukan pemeriksaan Zika dengan metode Trioplex berdasarkan prosedur standar WHO dan dibekali panel Proficiency Test untuk diperiksa dan dikirimkan hasilnya ke WHO dan CDC  - Monday, 09 October 2017 19:58
Pelatihan PCR Genotyping Campak dan Rubella serta Deteksi Mycoplasma pada Sel Kultur dengan Metode PCR, BBLK Surabaya, 15-17 Mei 2017 Selama 2 hari (15-17 Mei 2017) Puslitabng BTDK mengadakan pelatihan Cycles Sequens dan Deteksi Mycoplasma secara PCR bagi jejaring lab. Polio dan Campak.  Pada hari pertama (15/05/2017) diawal dengan paparan dari PT.Biofarma mengenai PCR Sequencing virus Campak dan Rubella. Dilanjutkan dengan praktek langsung di lab. (hands on) melakukan elektroforesis gel untuk pemrosesan amplikon virus Campak yang positif ditandai dengan terdeteksi pita DNA pada band tertentu. Purifikasi DNA dan tahap PCR siklus sekuensing virus Campak. Pada hari kedua (16/05/2017) Kegiatan lanjutan dengan melakukan proses yang sama pada hari pertama dengan mendeteksi virus Rubella yang positif.  Dilanjutkan dengan presentasi dengan narasumber dari PT. Biofarmamengenai deteksi Mycoplasma menggunakan metode PCR konvensional. Berikutnya praktek langsung ke lab untuk membuat standar screening  sel kultur rutin yang digunakan di lab. Polio dan Campak (cellines screening ). Kemudian pada hari terakhir  (17/05/ 2017) Praktek di lab. dengan melakukan elektroforesis gel untuk Mycoplasma dengan sel RD, L20B dari Vero Slam (VS). Dilanjutkan dengan diskusi kelompok menghasilkan kesimpulan dan penutupan acara pelatihan. - Tuesday, 11 July 2017 12:09
Packaging and Shipping for Respiratory and CSF Specimen Training Course Vietnam 10-12 April 2017        The Association of Public Health Laboratories (APHL), United State Center for Disease Control and Prevention (CDC) dan Ministry of Health Thailand sebagai bagian dari Global Health Security Agenda (GHSA) mengadakan pelatihan pengepakan dan pengiriman untuk Respiratory dan CSF spesimen pada tanggal 10 – 12 April 2017 bertempat di Hilton Hotel Hanoi Vietnam. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah menyampaikan informasi dan praktek mengenai pengambilan, pengepakan dan pengiriman spesimen yang berfokus pada rantai dingin dan mengikuti persyaratan International Air Transport Association (IATA) untuk spesimen saluran pernafasan (respiratory) dan Cairan Otak (Spesimen CSF).       Narasumber Pelatih dan Instruktur pada kegiatan ini adalah dari PHL dan CDC-Atlanta. Konsep yang diterapkan pada pelatihan ini adalah adalah International Best Practise dengan mengedepankan praktikum; diskusi dan sharing pengalaman masing-masing negara ditambah paparan materi dari narasumber.  Adapun Peserta yang hadir berjumlah 15 orang dari 4 negara yang berbeda yaitu Indonesia; Bangladesh; Pakistan dan Vietnam. Laboratorium Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dalam hal ini mengirimkan 2 orang staff Laboratorium untuk mengikuti pelatihan ini yakni Arie Ardiansyah Nugraha dan Subangkit. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, kedua orang tersebut dinyatakan lulus memenuhi syarat sebagai pelatih pengepakan sesai dengan standar regulasi IATA.   - Tuesday, 11 July 2017 11:24

Who's online

We have 15 guests and no members online

Jurnal Terakreditasi LIPI

Jurnal Biotek Medisiana Indonesia
Jurnal Kefarmasian Indonesia
768200
Today
Yesterday
This Week
Total
895
1078
6486
768200

Kegiatan Bulan Juli 2018

Pelantikan Kepala Puslitban Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (drg. Agus Suprapto, M.Kes)
Perkenalan Kapuslitbang BTDK dan Pegawai PBTDK
Sesi Hands-On Pengerjaan ELISA IgM JE dan Dengue
Pelatihan/magang Pemeriksaan JE